ACT

Ombudsman Sebut Sudah Jadul, YLK Desak Pipa PDAM Bandarmasih Diaudit

0 711

SUPLAI air bersih PDAM Bandarmasih ke rumah pelanggan di empat kecamatan di Banjarmasin, mengalami penurunan debit. Untuk mengantisipasi hal itu, pabrik air milik Pemkot Banjarmasin itu menyiapkan mobil tangki yang siap mendistribusikan air leding ke kawasan terdampak.

BOCORNYA pipa distribusi air baku di Jalan Gubernur Syarkawi, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, mengakibatkan penyaluran air mati total di beberapa kawasan. Kebocoran pipa berdiameter 1.200 milimeter ini otomatis mengganggu aliran air leding di wilayah Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur.

Sebagian Banjarmasin Barat dan Utara terutama dalam cakupan wilayah pelayanan Booster Banua Anyar dan Sungai Lulut selama tiga hari terhitung Sabtu (16/2/2019) hingga Senin (18/2/2019).

Humas PDAM Bandarmasih Wahid mengatakan bagi pelanggan yang memerlukan suplai air bersih bisa mengontak unit pelayanan mobil tangki yakni  Yamani (085348487370), atau Syahril (081255763905).

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami. Saat ini, petugas PDAM Bandarmasih terus bekerja untuk memperbaiki pipa yang bocor, agar suplai air baku dari Intake Sungai Tabuk ke IPA Pramuka bisa normal kembali,” kata Wahid dalam rilisnya, Sabtu (16/2/2019).

BACA :  Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Gubernur Syarkawi Diprediksi Selesai Malam Ini

Sementara itu, Kepala Ombudsman Perwakilan Kalsel Noorhalis Majid mengakui dari segi pelayanan publik PDAM Bandarmasih teratas dibandingkan PDAM lainnya di Kalsel.

“Hanya sisi infrastruktur PDAM Bandarmasih masih jadul (zaman dulu). Jaringan perpipaan yang masih merupakan warisan terdahulu, sehingga pipa besi dan lainnya harus diremajakan. Terutama, pipa-pipa lawas dan tidak steril, ketika air bersih layak minum disalurkan PDAM Bandarmasih, namun begitu sampai di rumah pelanggan menjadi keruh dan tidak layak konsumsi,” kata Noorhalis Majid kepada jejakrekam.com, Sabtu (16/2/2019).

Ia mengakui kendala yang dihadapi PDAM Bandarmasih adalah investasi. Sebab, menurut Majid, butuh dasar besar untuk meremajakan infrastruktur pabrik air milik Pemkot Banjarmasin itu secara bertahap.

“Sebagian pipa yang bocor itu diinformasikan adalah pipa-pipa lama. Inilah mengapa PDAM Bandarmasih harus didorong agar segera membenahi infrastruktur, agar produksi air bersih yang sampai ke rumah pelanggan benar-benar steril, dan bisa layak minum,” ucap Majid.

Terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalsel Akhmad Murjani mempertanyakan kualitas jaringan pipa yang dipasang dan ditanam PDAM Bandarmasih. “Sudah saatnya, jaringan pipa milik PDAM Bandarmasih ini diaudit. Sebab, terlalu banyak kebocoran pipa yang mengakibatkan layanan bagi publik terganggu, terkait kebutuhan air bersih,” kata Murjani.

BACA JUGA :  Wilayah Paling Terdampak Basirih, Pulau Bromo dan Sungai Andai

Dosen STIKES Cahaya Bangsa ini mengatakan perlu diaudit kembali terkait perencanaan, lelang hingga pemasangan jaringan pipa, jika terbukti pipa yang bocor itu adalah barang baru. “Standar atau tidak pipa yang dipasang karena harusnya mengukur tingkat kekuatannya secara teknis, apalagi misalkan dibenamkan di atas jalan dengan beban yang ada,” tuturnya.

Murjani berpendapat jika kejadian seperti bocornya pipa air baku di Jalan Gubernur Syarkawi atau ruas jalan lainnya terus terjadi, tentu publik yang terus menerus dirugikan.

“Nah, asal-usul pemasangan jaringan pipa ini harus kita pertanyakan. Jangan sampai kejadian semacam ini terulang dan merugikan banyak orang, terutama pelanggan yang membutuhkan air bersih yang layak konsumsi,” cetus Murjani.

Dia menganalogikan seperti instalasi listrik yang tak sesuai standar justru memicu kebakaran, sehingga hal serupa juga bisa dituntut ketika jaringan pipa terpasang itu ternyata tak memenuhi kualifikasi.

“Makanya, kami mendesak agar segera diaudit jaringan pipa milik PDAM Bandarmasih. Dalam catatan kami, sudah terlalu banyak kejadian semacam itu mengakibat kerugian publik dalam layanan air bersih,” imbuh Murjani.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi/Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.