Maestro Seniman Banjar Fadli Zour, Pencipta Lagu Pambatangan Tutup Usia

SELASA (12/2/2019) dinihari  pukul 04.00 Wita, Kalimantan Selatan kembali kehilangan maestro seni asal Tanah Bumbu. Fadli Zour, sang pencipta lagu Pambatangan yang berkisah suka duka kehidupan para pengusaha kayu tradisional membawa kayu gelondongan dari pedalaman hingga ke muara Sungai Barito, telah berpulang ke rahmat Allah SWT.

DALAM postingan di akun facebook, Selasa (12/2/2019) pagi di Grup Taman Budaya Provinsi Kalsel, Rudi Nugraha dari Yayasan Pusaka Saijaan Kotabaru mengabarkan seniman Kalsel asal Tanah Bumbu bernama asli Fadli Noor yang dikenal dengan sebutan Fadli Zour menghembuskan nafas terakhir pada usia 80 tahun.

Selama ini, Fadli Zour termasuk dalam deretan seniman, budayawan dan pencipta lagu daerah dilahirkan di Kotabaru, pada  12 Desember 1939.

“Selama ini,  Fadli Zour dikenal karena lagu Pambatangan yang sangat fenomenal bagi masyarakat Banjar. Pambatangan yang menggambarkan tentang optimisme seseorang dalam mencapai tujuan seakan sudah menjadi lagu wajib dalam berbagai festival musik daerah,” tulis Rudi Nugraha di dinding aku FB Taman Budaya Provinsi Kalsel.

BACA :  Gusti Jamhar Akbar: Lamut Ibarat Anak Tiri di Tanah Banjar

Dia menceritakan ketika Band Radja yang diawaki Ian Kasela, Moldyansyah Kusnadi alias Moldy pernah meminta izin kepada Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Tanah Bumbu, Fadli Zour untuk meng-cover lagu Pambatangan untuk dimasukkan ke dalam album Journey To Banjar yang dirilis pada 2010.

“Fadli Zour merupakan seorang purnawirawan TNI AD ini dikenal masyarakat karena menciptakan Mars Tanah Bumbu dan Hymne Kotabaru yang menjadi lagu wajib dua kabupaten tetangga itu,” papar Rudi Nugraha.

Lagu-lagu yang lahir dari olah cipta Fadli Zour banyak menuai pujian, namun sang seniman ini ternyata tak memiliki basic khusus di bidang musik. Fadli Zour yang pernah menjadi anggota DPRD Kotabaru ini justru menulis lagu murni karena anugerah dari Sang Maha Kuasa.

Menurut Rudi Nugraha, kemampuan berkesenian Fadli Zour semakin terasah saat mengikuti wajib militer. Di sana, secara tidak sengaja Fadli Zour ditunjuk menjadi koordinator bidang seni dan bertugas untuk mengiringi kelompok paduan suara dengan menggunakan gitar.

BACA JUGA : Jhon Tralala, Ikon Penghibur Serba Bisa Tanah Banjar dan Penerus Datu Madihin

“Sejak itu, Fadli  Zour akrab dengan dunia seni. Jiwa seninya berpengaruh dan diakui warga Kalimantan Selatan. Terbukti dengan berbagai penghargaan dari pemerintah diraih Fadli Zour,” tutur Rudi Nugraha.

Ia menyebut sejumlah penghargaan itu seperti dinobatkan sebagai seniman teladan oleh Bupati Kotabaru HM R Husien pada 17 Agustus 1987. Berselang dua tahun kemudian, pada 17 Agustus 1990, anugerah seniman kreatif diberikan Gubernur Kalsel HM Said.

Berikutnya, pada 1 Juni 2002, Fadli Zour menyabet t penghargaan atas jasanya telah menciptakan lagu Saijaan dan Hymne Kotabaru oleh Bupati Kotabaru Sjahrani Mataja. Pada 8 Juli 2004, Bupati Tanah Bumbu, H Zairullah Azhar juga memberikan penghargaan karena lagu ciptaan Fadli Zour digunakan sebagai lagu resmi Mars Tanah Bumbu.

Tak sampai di situ, Fadli Zour juga menerima gelar sebagai maestro pencipta lagu daerah Banjar. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, pada 29 April 2009.

BACA LAGI :  Jefry‘JEF’ Tribowo: Bikin Lagu Banjar Jadi Ngepop

Hingga pada 12 Desember 2011, Fadli Zour diangkat sebagai budayawan Kalsel. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming memberi penghargaan kepada Fadli Zour, pada 15 Desember 2012, sebagai Seniman Kabupaten Tanah Bumbu.

Di usia tuanya, Fadli Zour tinggal di Jalan Ahmad Yani, RT 1, Kelurahan Kota Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. Meskipun sudah berusia sangat sepuh, namun Fadli Zour masih aktif menghadiri berbagai kegiatan seni dan budaya daerah.

Dalam berbagai kesempatan, Fadli Zour tak pernah absen menghadiri kegiatan diskusi seni dan budaya, baik yang digelar oleh organisasi dan komunitas maupun kegiatan yang digelar oleh pemerintah daerah.

Selain dikenal melalui lagu Pambatangan, penggemar lagu-lagu keroncong ini juga banyak menciptakan lagu-lagu lain yang bernafaskan perjuangan. Uniknya, progresi chord lagu-lagu ciptaan Fadli Zour tidak hanya mengandalkan tiga chord saja, seperti lagu-lagu daerah dan lagu perjuangan pada umumnya.

BACA LAGI :  Bermodal Alat Musik Rakitan, Mengais Rupiah ala Seniman Jalanan Banjarmasin

Menurut Rudi Nugraha, padahal ketika itu Fadli Zour tidak memiliki banyak referensi lagu. Namun, gaya penulisan liriknya juga penuh dengan nilai-nilai yang mengandung banyak pelajaran tentang kehidupan.

“Ini membuktikan intuisi Fadli Zour dalam menciptakan lagu memang sangat luar biasa dan dapat disejajarkan dengan seniman Indonesia di tingkat nasional,” papar Rudi Nugraha.

Fadli Zour yang mengakhiri tugas militernya pada 1987 adalah salah satu mutiara paling berharga di dunia seni Kalimantan Selatan. Ia adalah maestro di bidangnya. “Sampai sekarang hingga tutup usia, Fadli Zour adalah legenda bagi masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu,” tulis Rudi Nugraha.(jejakrekam)

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Kata mereka tentang jejakrekam.comhttps://www.youtube.com/watch?v=JMpxvqUGSc4&t=28s