Banjarmasin Kejar Predikat Nindya atau Utama

TAHUN ini, Banjarmasin menargetkan kembali mendapat penghargaan Kota Layak Anak (KLA). Bila dua tahun sebelumnya kategori yang diraih kota berjuluk seribu sungai adalah Madya, maka tahun ini diusahakan bisa meraih predikat Nindya.

WALIKOTA Banjarmasin Ibnu Sina menyatakan, apabila memungkinkan bisa mendapatkan penghargaan setingkat lebih tinggi dari Nindya, yakni Utama.

Saat ini, jumlah capaian untuk mendapat kategori utama telah diraih Pemkot Banjarmasin, yakni sekira 800 poin. Karena itu, Ibnu menghendaki semua unsur yang ada di gugus tugas pencapaian target tersebut, dapat bekerja maksimal. “Gugus tugas bukan untuk rapat, tapi untuk aksi di lapangan. Jangan terlalu sering rapatnya, tapi aksinya yang penting,” ucapnya.

BACA : Cegah Kekerasan Seksual Bagi Perempuan dan Anak

Guna meraih penghargaan sebagai KLA, sebuah kota harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan dan dinilai pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Penghargaan KLA dengan kategori Madya, nilai yang harus dimiliki sebuah kota sekira 600 sampai 700 poin. Sedangkan untuk mendapatkan penghargaan kategori Nindya, poin yang diperlukan sekira 700 sampai 800, dan untuk mendapatkan utama sebuah kota harus memiliki poin antara 800 sampai 900.

Ibnu mengatakan, Banjarmasin telah dua kali mendapatkan penghargaan KLA kategori Madya. Ia berharap, penghargaan lain yang memiliki hubungan dengan proses meraih penghargaan KLA juga bisa diraih SKPD lain, seperti penghargaan Kota Layak Pemuda, Kota Layak HAM, dan Kota Layak Huni.

Dengan diraihnya penghargaan KLA sebanyak dua kali, ia merasa yakin Dinas P3A bisa menjadi leading sector dan penggerak instansi lain agar bisa bersinergi dan bisa menghasilkan output yang maksimal.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Kata mereka tentang jejakrekam.comhttps://www.youtube.com/watch?v=JMpxvqUGSc4&t=28s