Dirgahayu

Penembak Jitu Luncurkan Album Bertajuk ‘Semantik’

GRUP musik lokal Penembak Jitu resmi menelurkan album bertajuk ‘Semantik’ di Kedai Biji Kopi, Minggu (10/2/2019). Mengusung genre alternatif pop, band asal Kota Banjarmasin ini boleh dikata makin menambah warna skena musik di Banua.

BUKAN tanpa alasan, dalam album “Semantik”, band yang dimotori oleh Angga Buana Jaya (Vokal), Akhmad Zikri Suhairi (Gitar), Maulan Rifani (keyboard), Yulian (drummer,perkusi), dan Ramadhani AM (bass) ini menawarkan sajian yang begitu khas: musik yang chillin’ dan lirik-lirik yang sufistik.

Kepada jejakrekam.com, para personil Penembak Jitu tidak bercanda dengan pengambilan tema yang berkaitan dengan sufisme. Misi mereka, ingin mengajak semua orang untuk kembali mengenal hakikat diri dan menjadi ‘manusia’ terlebih dahulu, alih-alih berlanjut memikirkan hal-hal yang lebih kompleks lainnya.

BACA: Gawi Manuntung, Album Terbaru Grup Musik JEF

“Misalnya, kebanyakan dari orang yang belajar fiqih atau syariat. Tetapi, hubungan dengan manusia masih dianggap kurang,” ujar Yulian sang juru gebuk.

Sekadar diketahui, album ‘Semantik’ ini berisikan delapan lagu. Masing-masing memiliki pesan tersendiri. Diantaranya, Imaji Sketsa Rindu, Jangan Hujat Hujan, Dilarang Lupa, Titik Temu, Sendiri Bersandi, Philisophia Manusia, Bab Rahasia, dan Eksistensi.

Meski terkesan berat lantaran memakai pengunaan metafora, Yulian CS hakkul yakin karya mereka bisa diterima dengan mudah di telinga penikmat musik, khususnya di Kalimantan Selatan.  Toh, dengan dipilihnya nuansa chill dan jazzy vibe di setiap lagu membuat setiap karya mereka easy listening.

Peluncuran album Semantik merupakan hasil kerja antara Penembak Jitu dan Bilik Bersenyawa, sebagai creative hub lokal yang ada di Kota Banjarmasin.

Penggerak Bilik Bersenyawa, Ayub Hasiolan Simanjuntak menyebut pengemasan lirik lagu yang dilakukan oleh personil Penembak Jitu menarik. Lantaran, menimbulkan banyak tafsir ketika orang mendengarkan karya Semantik.

“Memang ada beberapa orang menafsirkan lagu ini pada percintaan. Meski, mereka punya misi tersendiri. Jadi, sudah sengaja mengolah lirik seperti itu, supaya orang multi tafsir,” kata dia. (jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Donny Muslim