Dirgahayu

Caleg dan Timses Gerindra dan Hanura Diduga Langgar Aturan Pemilu

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Hulu Sungai Tengah (HST) menemukan dugaan pelanggaran kampanye Pemilu 2019.

KETUA Bawaslu HST Muhammad Ahsani mengungkapkan, ada lima orang yang diduga melanggar administrasi Pemilu karena berkampanye di lingkungan lembaga pendidikan.

Mereka yang diduga melakukan pelanggaran, yakni yakni Saiful Rasyid dan Aulia Oktafiandi caleg Partai Gerindra DPR RI Dapil Kalsel 1, Rizki Niraz Anggraini yang merupakan caleg Partai Hanura DPRD Kalsel dapil 4 Kalsel, M Luthfi Rahman selaku timses Gerindra, dan Khairul Fatarujali timses Partai Hanura.

Ahsani menjelaskan, terlapor memang melampirkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) untuk bersosialisasi di gedung pertemuan Desa Awang Baru, HST, namun nyatanya kelima terlapor sosialisasi di halaman SDN Awang Baru.

“Kami mendapatkan laporan dari Panwascam Batang Alai Utara bahwa mereka kampanye di halaman sekolah pada Jumat, 18 Januari 2019 lalu,” kata Ahsani kepada jejakrekam.com usai pembacaan laporan Bawaslu HST.

Atas temuan tersebut, Bawaslu HST meneruskan berkas temuan dugaan pelanggaran tindak pidana Pemilu ke Bawaslu Kalsel.

BACA: Ahli Hukum dan Ahli Bahasa Perkuat Dakwaan Pidana Pemilu

Komisioner Bawaslu Kalsel Divisi Penanganan Pelanggaran Azhar Ridhani menjelaskan, temuan dugaan pelanggaran Pemilu ini sudah naik ke tahap pemeriksaan terlapor.

“Pasal 280 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, mengatur larangan kampanye dengan menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan,” kata Aldo, sapaan akrabnya.

Ia menyebut, kelimanya bisa mengarah tindak pidana Pemilu jika ada bukti-bukti kuat mengarah ke ranah pidana. Aldo mengatakan, pemeriksaan kelima terlapor beserta saksi dan alat bukti pada Selasa, 12 Februari 2019.

“Nanti juga akan dirapatkan di Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) terkait sanksi apa saja yang dijatuhkan ke mereka,” katanya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Andi Oktaviani