Keberatan Remisi Pembunuh Jurnalis, AJI Balikpapan Surati Presiden Jokowi

PEMBERIAN remisi terpidana seumur hidup I Nyoman Susrama yang telah membunuh jurnalis Radar Bali, AA Gde Bagus Narenda Prabangsa, diprotes para jurnalis tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Balikpapan. Induk organisasi yang membawahi beberapa kota di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan ini melayangkan surat keberatan ke Presiden Joko Widodo.

DALAM surat tertanggal 5 Februari 2019, Ketua AJI Balikpapan Devi Alamsyah bersama Sekretaris, Teddy Rumengan menyatakan keberatan atas pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama melalui Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup menjadi Pidana Sementara, tertanggal 7 Desember 2018.

“Pemberian remisi itu sangat melukai hati kami seluruh anggota AJI Kota Balikpapan dan membungkam kebebasan pers. Demi rasa keadilan, kami meminta agar Bapak Presiden Joko Widodo agar mencabut resmi tersebut,” tulis Devi Alamsyah bersama Teddy Rumengan dalam suratnya dikutip jejakrekam.com, Jumat (8/2/2019).

BACA :  AJI Balikpapan Desak Polisi Usut Kasus Pembunuhan Karyawan TV Muhammadiyah

Keberatan AJI Kota Balikpapan menyikapi terbitnya keputusan remisi kepada I Nyoman Susrama, karena terpidana itu merupakan pembunuh jurnalis. Tak hanya itu, AJI Balikpapan bersama jaringan aktivis dan wartawan di Balikpapan juga menggelar aksi Kamisan mengusung soal pemberian remisi terhadap terpidana yang telah membunuh jurnalis.

BACA JUGA :  AJI Denpasar Sesalkan Pemberian Grasi terhadap Otak Pembunuh Wartawan

Dalam catatan AJI, kasus kekerasan terhadap wartawan atau jurnalis kian panjang. Seperti Fuad M Syafruddin dibunuh pada 1996, Naimullah (1997), Agus Mulyawan (1999), wartawan Jamaluddin hilang di Aceh pada 2003 hingga sekarang. Nasib serupa juga dialami wartawan Herliyanto pada 2006 juga dibunuh, lalu A.A Prabangsa dibunuh pada 2009, Ardiansyah Matra’is tewas pada 2010, dan Ersa Siregar pada 2003. (jejakrekam)

 

Penulis Donny Muslim
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...