Dirgahayu

Satu Jam Saja, Ratusan Tabung Gas Melon Ludes Diserbu Warga Alalak

ANTREAN mengular Pangkalan LPG 3 kilogram Montekarlo di Jalan AMD Komplek Abdi Persada 3A RT 22 RW 3, Kelurahan Alalak Tengah, Banjarmasin Utara, Kamis (7/2/2019) siang. Pangkalan gas bersubsidi di bawah agen PT Duta Borneo Raya ini pun diserbu ratusan warga yang masing-masing membawa tabung kosong.

SATU jam lebih, antrean panjang ini harus dilayani pengelola Pangkalan Montekarlo. Agar tertib, tabung gas warga pun dipasang tali panjang. Mulai pukul 15.00, hingga pukul 16.00 Wita, warga terpaksa harus antre agar tabung gasnya tak tertukar dengan pemilik lain.

Kehadiran warga Alalak Tengah, sebagian dari Kelurahan Alalak Utara tiba di pangkalan, begitu mobil pengangkut gas datang membawa ratusan tabung. Warga Alalak Tengah, Mustajab mengaku sudah lama antre untuk mendapat satu tabung LPG ukuran 3 kilogram yang sudah terisi.

BACA :  Atasi Kelangkaan, Subsidi LPG 3 Kilogram Dikembalikan Jadi Rp 25 Triliun

“Memang bayarnya sesuai aturan hanya Rp 17.500. Soal lebihan Rp 500, kami khlas saja asalkan dapat tabung gas berisi,” ucap Mustajab kepada jejakrekam.com, Kamis (7/2/2019).

Ia mengatakan sayangnya di Kelurahan Alalak Tengah tidak ada pangkalan gas LPG, sehingga satu-satunya yang diserbu hanya di Komplek Abdi Persada. Menurut Mustajab, sebenarnya tidak ada kelangkaan gas bersubsidi itu, hanya gara-gara pangkalan terbatas sehingga warga pun menumpuk di satu tempat.

“Soalnya di Pangkalan Montekarlo ini, kalau ada 150 atau 200 tabung gas datang, langsung dibagikan kepada warga. Jadi, pada hari itu juga bisa habis, walau sebagian ada yang tak kebagian,” kata Mustajab.

Begitupula Yusuf, warga Alalak Tengah lainnya rela antre berjam-jam untuk mendapat satu tabung gas melon itu. Menurut Yusuf, tabung gas LPG ukuran 3 kilogram itu dipakai untuk keperluan sehari-hari serta warung kecilnya. “Biasanya, satu minggu, gas itu habis,” ucap Yusuf.

Menariknya, dari pengakuan sejumlah warga yang antre justru menyebut ada pangkalan gas bersubsidi di sekitar kawasan Jalan AMD dekat Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, ada dua pangkalan yang tak mau melayani warga.

BACA JUGA :  Operasi Pasar Tak Mampu Tekan Harga LPG Bersubsidi, Sejumlah Pangkalan Diskorsing

“Kami pernah datang ke sana, ternyata tidak dilayani. Dari keterangan mereka, gas itu khusus untuk warga komplek,” kata perempuan muda, menyebut adanya pangkalan gas di Komplek Sudirapi.

Menurut dia, seandainya dua pangkalan yang ada itu melayani warga, tentu tidak akan ada antrean panjang seperti sekarang. Ia pun meminta agar ada pengawasan ketat soal pendistribusian gas bersubsidi agar tepat sasaran. “Kami khawatir kalau antrean panjang semacam ini, ada pasokan gas yang tak sesuai sasaran,” kata perempuan ini sembari membawa KTP dan fotokopi kartu keluarga (KK) sebagai syarat pengambilan gas di pangkalan.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS