Usai Diserahkan Pusat, Wabup Batola : Nama Pasar Marabahan Timur Diganti

LABEL Pasar Rakyat Marabahan Timur disoal pengamat budaya Bakumpai, Nasrullah. Nama itu pasar yang mencomot embel-embel timur atau arah mata angin, dinilai dosen sosiolog dan antropolog FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin tak mencerminkan kearifan lokal mayoritas penduduk Marabahan dari etnis Bakumpai dan Banjar.

SELAMA ini, warga Bakumpai dan Banjar hanya mengenal arah itu berdasar aliran Sungai Barito, seperti ngaju, ngawa, ngambu, liwa atau hulu, hilir, darat dan laut. Nah, nama yang melekat pada Pasar Rakyat Marabahan Timur ini di mata Nasrullah, justru tak mencerminkan kultur masyarakat Bakumpai dan Banjar.

Apa tanggapan Pemkab Barito Kuala? Wakil Bupati Batola, Rahmadian Noor memastikan nama Pasar Rakyat Marabahan Timur itu hanya sementara, karena harus mengacu pada daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) milik Kementerian Perdagangan yang telah menyuntikkan dana sebesar Rp 5,7 miliar untuk pembangunan Pasar Rakyat Marabahan Timur tersebut.

“Yang pasti, nama Pasar Rakyat Marabahan Timur itu sementara, jika nanti telah diserahterimakan Kementerian Perdagangan ke Pemkab Batola, namanya akan diubah sesuai dengan kearifan lokal di Marabahan,” kata Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, Selasa (5/2/2019).

BACA :  Nama Pasar Rakyat Marabahan Timur Abaikan Kearifan Lokal

Ia mengakui sewaktu pengusulan pembangunan pasar baru ke Kementerian Perdagangan, tertuang dalam DIPA 2018 nama Pasar Rakyat Marabahan Timur, sehingga harus menyesuaikan dengan item anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat.

“Insya Allah, bisa kami pastikan begitu diserahterimakan, maka namanya pun dipakai sesuai kearifan lokal yang berlaku di Kabupaten Batola,” kata Ketua DPD Partai Golkar Batola ini.

Menurut Rahmadi, pembangunan Pasar Rakyat Marabahan Timur itu digarap PT Citra Kharisma Persada, pemenang tender dengan anggaran Rp 5,7 miliar yang telah rampung pada akhir Desember 2018 lalu.

BACA JUGA :  Benahi Dua Pasar Marabahan, Batola Disuntik Rp 6 Miliar

“Dana pembangunan pasar ini menggunakan skema dana tugas perbantuan dari Kementerian Perdagangan untuk pembangunan pasar tradisional di daerah. Rencananya, Pasar Rakyat Marabahan Timur ini akan diresmikan Presiden Joko Widodo bersama dengan pasar-pasar tradisional lainnya di Indonesia pada Februari ini di Bandung, Jawa Barat,” ungkap Rahmadi.

Pasar Rakyat Marabahan Timur pun dibangun di pusat Kota Marabahan, ibukota Kabupaten Batola dilengkapi dengan 35 toko dan 198 kios yang diperuntukkan bagi para pedagang yang ada di kota tersebut.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS