ACT

Jual Barang Bekas, Dua Pedagang di Pasar Lima Raup Jutaan Rupiah

340

BISNIS barang bekas masih menjanjikan. Lembar rupiah pun didapat H Zain Hasan, seorang pedagang kotak gabus (styrofoam box), jerigen dan ember plastik di salah satu sudut Pasar Lima atau Pasar Harum Manis, Banjarmasin. Pasokan barang ini pun didapat dari berbagai daerah untuk dijual kembali meraih untung.

KIOSNYA yang tak seberapa luas itu pun penuh dengan tumpukan styrofoam box serta tong plastik, hasil mengumpulkan dari para pedagang di pasar dan penjual gorengan.

“Barang-barang bekas ini saya beli, kemudian dibersihkan untuk dijual lagi. Dari situ, saya dapat untung yang cukup menjanjikan,” ucap H Zain Hasan kepada jejakrekam.com, Jumat (1/2/2019).

Tak butuh modal besar, Zain Hasan mengatakan styrofoam box bekas ini didapat dari perusahaan ekspedisi barang baik jalur udara, laut maupun darat. Ada berbagai ukuran kotak penyimpan barang yang dijual Zain Hasan.

BACA :  Hanya Memungut Barang Rongsokan, Pemulung Ini Jadi Jutawan

“Semuan barang dijual di kios saya barang bekas. Biasanya, ada beberapa pengepul barang bekas yang menjualnya kepada saya. Kondisi barangnya  masih bagus dan layak untuk dipakai lagi,” kata Zain Hasan.

Sedangkan, jerigen dan tong plastik itu merupakan wadah bekas cuka, minyak goreng dan lainnya. Menurut Zain Hasan, baik tong plastik, jerigen maupun styrofoam box dijual dengan harga miring kepada para pembeli.

“Kebanyakan yang membeli styrofoam box adalah para pedagang ikan basah.  Adapula, para pedagang es krim keliling dan lainnya. Dari selisih harga beli dan jual ini, saya dapat untung,” ucap Zain Hasan.

Penghasilan sebulan dari berdagang wadah bekas itu didapat Zain Hasan pun cukup besar, berkisar Rp 5 hingga Rp 10 juta. Apalagi, stok barang di tokonya terbilang lengkap. Ada berbagai ukuran sesuai kebutuhan para pembeli.

“Untuk styrofoam box kecil, harganya Rp 15 ribu. Ukuran sedang Rp 40 ribu dan besar Rp 70 ribu. Namun, kalau kondisinya masih baru harganya bisa Rp 80 ribu per buah,” kata pria yang telah menggeluti usaha ini selama lima tahun belakangan ini.

BACA JUGA :  Perekonomian Belum Membaik, Jual Beli Motor Bekas Turun Drastis

Lain lagi dengan H Mulyadi. Ia justru memilih usaha jual beli peralatan bekas dari tali sling baja, dongkrak, alat derek, rantai besi kapal, serta barang-barang lainnya.

“Semua barang bekas dijual di sini. Sebelum dijual, memang ada barang bekas yang diperbaiki dulu. Kebanyakan yang beli juga para pemilik kapal atau mereka yang bekerja di kapal atau mengoperasikan alat berat,” ucap Mulyadi.

Omzet penjualan barang-barang bekas ini terbukti membuat H Mulyadi dan rekannya, Rahmani bisa menangguk penghasilan belasan dan puluhan juta per bulan.

“Ya, kalau dihitung bisa mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan. Apalagi, terkadang saya dipanggil orang untuk memperbaiki alat berat yang rusak. Ya, seperti tali sling untuk menarik kapal tongkang, tugboat dan lainnya,” imbuhnya.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.