19.876 Siswa Madrasah se-Kalsel Terima Dana Indonesia Pintar

KEMENTERIAN Agama menyalurkan dana beasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 19.876 siswa madrasah. Total dana yang disalurkan untuk Provinsi Kalimantan Selatan mencapai Rp 6.492.750.000 tepatnya Rp 6,4 miliar lebih, minus Banjarbaru dan Kotabaru.

SECARA simbolis penyerahan PIP berbentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) andalan Presiden Joko Widodo ini dilakukan anggota Komisi XI DPR RI asal Golkar, Ahmadi Noor Supit di Gedung Serbaguna Barito Kuala di Marabahan, Selasa (29/1/2019).

Didampingi Bupati Batola Hj Noormiliyani AS dan Sekjen Kemenag Mohammad Nur Kholis Setiawan, Ahmadi Noor Supit mengatakan keterlibatkan DPR RI merupakan pengawasan politik, karena terbukti program tersebut efektif di lapangan.

“Saya sudah cek penerimaan PIP baik di madrasah di bawah Kementerian Agama maupun sekolah di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan (Disdik), ternyata tepat sasaran,” ucap Ahmadi Noor Supit.

Politisi gaek Golkar ini mengatakan para penerima PIP adalah orangtuanya juga menerima program keluarga harapan (PKH), terutama bagi warga yang kurang mampu di Indonesia.

“Jadi, keluarga yang tergolong miskin dengan pendapatan kurang dari Rp 165 ribu per bulan per orang, dapat program PKH dan PIP,” ucap Memet, sapaan akrab politisi beringin ini.

Ia mengingatkan agar program pengentasan kemiskinan jangan sampai justru dinikmati kalangan berpunya. Terbukti di Kabupaten Batola sendiri, tercatat hampir ad 20 ribu yang menerima PKH pada 2019 ini. “Proses pengecekan data penerima PKH juga berlapis. Termasuk, mereka bagi yang menerima PIP,” ucapnya.

BACA :  Luncurkan Aplikasi, Dinkes Kabupaten Banjar Bagi-Bagi 120 Gawai Pintar

Memet mengakui penyaluran dana PIP madrasah memang belum ada untuk wilayah Banjarbaru dan Kotabaru. Namun, Memet memastikan pada Juli 2019 nanti, program itu akan ditambah lagi khususnya untuk semester ganjil, sehingga bisa mencapai 100 persen.

“Saya ingin agar di Batola ini yang mendapat PIP tak hanya madrasah sebanyak 25 persen dan pesantren 55 persen. Kalau bisa 75 persen mendapat PIP, untuk daerah miskin yang layak menerimanya,” ucap Memet.

Bupati Batola Hj Noormiliyani mengaku bersyukur daerahnya menerima PIP. Tercatat, ada 1.981 siswa menerima Rp 681.350.000 atau Rp 681 juta lebih, tersalur bagi siswa madrasah dan santri pondok pesantren.

“Supaya tidak antrean di bank, saya berharap pencairan ini langsung ke sekolah atau madrasah. Apalagi, jumlahnya lumayan besar sehingga lebih efektif,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Jokowi Didampingi Mensos dan Mendikbud Bagikan Kartu KIP – PKH

Untuk diketahui, penerima PIP tahun 2018 untuk siswa MA, MTs dan MI se-Kalsel mencapai 19.876 siswa dengan total Rp 6,4 miliar lebih. Mencakup Banjarmasin terdata ada 2.086 siswa dikucurkan dana Rp 621.825.000, Kabupaten Banjar 3.137 siswa Rp 1.000.350.000, Kabupaten Tapin terdata 585 siswa Rp  211.350.000, Hulu Sungai Selatan (HSS) 1.995 siswa Rp 685.500.000, Hulu Sungai Tengah (HST) 2.164 siswa Rp 752.450.000, Hulu Sungai Utara (HSU) 2.798 siswa Rp 887.100.000.

Kemudian, Kabupaten Balangan 862 siswa dengan total Rp 302.050.000, Tabalong 1.626 siswa Rp 532.625.000, Barito Kuala  1.981 siswa Rp 681.350.000, Tanah Laut 949 siswa Rp 294.575.000 dan Tanah Bumbu  554 siswa Rp 192.175.000. Sedangkan, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Kotabaru belum mendapatkan PIP tahun 2018.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi GS