ACT

Bupati Tabalong Janji Tradisi ‘Banaik Langsat’ Jadi Even Wisata Tahunan

0 276

TRADISI unik panen raya ‘banaik langsat’ atau memanen buah dengan menaikki pohon langsat oleh masyarakat Desa Tanta, Kecamatan Tanta akan dijadikan Pemkab Tabalong sebagai even wisata tahunan. Pesta panen langsat Tanjung yang dikenal varietas unggulan asal daerah itu berlangsung di RT 04, Desa Tanta, pada Senin (28/1/2019).

KEUNIKAN ini karena warga Desa Tanta terlihat antuasias memanjat pohon tinggi besar,. Tradisi ini pun dibidik sebagai wahana wisata baru di Tabalong. Langsat Tanjung sendiri termasuk dalam anggota suku meliaceae atau tumbuhan berbunga, terkenal dengan kekhasan dagingnya yang manis dan enak dimakan.

Apalagi panen raya ‘banaik langsat’ baru pertama kali digelar di salah satu desa sentra penghasil buah-buahan dengan daging yang manis itu.

“Desa Tanta dengan tradisi banaik langsat ini unik. Nantinya, bisa dijadikan tujuan wisata baru di Tabalong sebagai pusat wisata buah,” kata Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani.

BACA :  Langsat Pontianak Kini Gantikan Pasar Langsat Legendaris Tanjung

Ia mengapresiasi tradisi unik yang terus dijaga warga Desa Tanta. Sebagai bentuk responsif, Bupati Tabalong ini berjanji akan menyalurkan bantuan dana bagi masyarakat Desa Tanta untuk menyulap desanya menjadi pusat wisata buah ke depan.

“Jadi, warga desa bisa memanfaatkan lahan yang ada lebih optimal lagi untuk pengembangan budidaya langsat Tanjung. Apalagi Desa Tanta merupakan daerah penghasil 75 persen buah langsat yang ada di Tanjung,” tutur Anang Syakhfiani.

Menurut Bupati Tabalong, warga desa bisa mencari lahan yang strategis, selanjutnya Pemkab Tabalong akan menyediakan bibit-bibit unggul langsat. Dengan demikian, Desa Tanta pun akan terkenal sebagai desa penghasil langsat Tanjung yang terkenal itu.

 

Ketua Pelaksana ‘Banaik Langsat’, Yudi Lesmana mengungkapkan program tersebut merupakan salah satu inovasi yang dilakukan warga desa. “Tahun 2019 ini, kami membuat satu kampung jajanan yang unik berbeda dengan kampung jajanan yang ada. Kami mengisi pusat jajanan ini dengan buah-buah khas Desa Tanta,” kata Yudi Lesmana.

BACA JUGA :  Isi Kekosongan Musim Buah, Tiwadak Ponti Mulai Banjiri Pasar Buah Banjarmasin

Ia berharap ke depan, dengan dikenalnya tradisi ‘banaik langsat’ bisa digelar even yang jauh lebih besar lagi berupa festival buah langsat dan buah-buhan tropis hutan Kalimantan dari Desa Tanta.“Jadi, even banaik langsat bisa jadi destinasi wisata unggulan dari Tabalong,” ucap Yudi Lesmana.

Zulaikha, salah satu pengunjung pun mengaku penasaran dengan tradisi panen raya langsat. Selama ini, dalam benaknya, hanya ada panen raya itu berupa padi. “Kali ini di Desa Tanta justru ditampilkan tradisi banaik langsat dalam panen raya langsat. Tradisi semacam ini jarang bisa disaksikan, jadi ke depan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat,” ucap Zulaikha.(jejakrekam)

 

 

Penulis Herry Yusminda
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.