Pensiunkan Nomor 11, Bocah Tersambar Petir Ternyata Kapten SSB BJP

ALMARHUM Febrian Situmorang (13 tahun), korban meninggal dunia akibat tersambar petir di kawasan Bina Putra, Landasan Ulin Banjarbaru, Senin (28/1/2018) sore, dikenal pemain sepakbola yang berprestasi. Sejumlah kejuaraan sepakbola antar klub pernah ia ikuti bersama tim.

KABAR duka sedang menghinggapi Sekolah Sepakbola (SBB) Balitra Jaya Permai (BJP). Sebab, sang kapten kesebelasan SBB Balittra Jaya Permai, Febrian Situmorang meninggal dunia akibat musibah tersambar petir.

Menurut pelatih SSB Balitra Jaya Permai, Aipda M Achyar Fauzi, pihaknya merasa kehilangan anak yang sangat berbakat tersebut.

“Sejumlah kejuaraan telah diikuti Febri Situmorang dengan sejumlah prestasi. Ia tampil sebagai kapten juga sebagai top score pada banyak kejuaraan,” ucap M Achyar Fauzi yang juga anggota Satbinmas Polres Banjarbaru ini kepada jejakrekam.com, di Banjarbaru, Senin (28/1/2019).

BACA :  Main HP di Bawah Pohon, Kakak Beradik di Banjarbaru Tewas Disambar Petir

Menurut Ahyar, pada kejuaaran Danone, Febri Situmorang juga tampil dengan baik dan membawa tim SSB BJP. Selain itu, yang terbaru almarhum Febri Situmorang menjadi penentu kemenangan pada Liga Total Gocex yang diikuti klub- klub SSB dari Kabupaten Banjar, Banjarbaru dan Hulu Sungai Utara (HSU).

“Gol yang dicetak Situmorang di Stadion Mini Barakat Martapura menjadi penentu kemenangan kami dan lolos ke tingkat provinsi. Sekaligus ia menjadi top score dengan 10 gol yang dicetak,” ucap Ahyar.

Pelatih SSB BJP menyatakan selain merasa berduka, pihak klub akan memberi penghormatan kepada Febri Situmorang. Penghormatan dengan mempensiunkan nomor punggung 11 yang selama ini pakai sebagai jersey sang kapten SSB BJP.

“Kami akan pensiunkan nomor punggung 11 sebagai penghormatan atas prestasi dan dedikasinya yang luar biasa sebagai striker terbaik kami,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi GS