Dirgahayu

Kendati Seret Anggaran, Atlet Gulat Kalteng Mampu Raih Prestasi    

WALAUPUN dengan keterbatasan anggaran dan minimnya sarana prasarana latihan, tak membuat atlet gulat yang tergabung dalam Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalimantan Tengah patah arang.

TERBUKTI, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Bandung Jawa Barat, Meilani berhasil menyumbangkan medali perak bagi kontingen Kalimantan Tengah, sehingga saat itu dapat menambah koleksi medali bagi Kalteng,

Dengan total 11 medali terdiri dari 3 emas, 4 perak dan 4 perunggu, yang disumbangkan dari tiga cabor, yakni dayung, panahan, dan gulat. Dengan rincian dayung 2 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Panahan 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Kemudian gulat 1 perak.

BACA : Salut dengan Putri Titi Wati, Gubernur Kalteng Sumbang Rp 200 Juta

“Tapi selama ini tiap ikut even anak-anak dapat menghasilkan yang terbaik. Ini tak lepas dari semangat anak-anak, walau saya kadang kasihan tempat latihan memang masih belum layak, karena semua dari dana pribadi,” kata Ketua Pengprov PGSI Kalteng Rawing Rambang, di Palangka Raya Selasa (22/1/2019).

Kepala Dinas Perkebunan Kalteng ini tak memungkiri, saat ini ia hanya dapat menyewa tempat latihan bagi atlet gulat di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 6 Palangka Raya, yang bisa disebut jauh dari kata layak, dengan harga sewa Rp 1,5 juta perbulan.

Namun beberapa waktu lalu, Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kalteng sudah berjanji akan mengusahakan tempat latihan yang lebih memadai. Tetapi Rawing meminta agar ini segera direalisasikan sebelum pelaksanaan Pra PON dan PON 2020, agar para atlet gulat bisa maksimal latihan dan dapat menghasilkan prestasi yang lebih baik lagi di PON di Papua.

Pasalnya ia yakin, apabila sudah ada tempat latihan yang lebih representatif, niscaya dapat menjaring bakal atlet gulat, terutama dari para pelajar. Apalagi kalau ada pemberian insentif.

BACA JUGA :  Rawing Minta Cabor Gulat Diakomodir di Porprov Kalteng

Dalam PON mendatang, ia memang masih belum berani menargetkan medali dari cabor gulat, sebelum berkordinasi dengan para pelatih. Tetapi setidaknya dapat mempertahankan medali perak seperti PON 2016 lalu.

Menurut penilaiannya, apabila Kalteng ingin mendongkrak medali di PON Papua, hendaknya KONI Kalteng dan Dispora, dapat memprioritaskan cabor di luar cabor kompetitif, seperti atletik, gulat, dayung ataupun tinju.(Jejakrekam)

Penulis Tiva
Editor Fahriza