Dirgahayu

Atasi Kemacetan di Kayutangi Ujung, 7 Armada Feri Bakal Disiapkan

KEMACETAN arus lalu lintas dipastikan bakal terjadi di kawasan Jalan Brigjen Hasan Basry atau Kayutangi Ujung terakses ke Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Batola.  Sebab, mulai Senin (25/2/2019) mendatang, akses lalu lintas di Jembatan Sungai Alalak ditutup.

KEPALA Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Kalsel I BBPJN XI Banjarmasin,  Syahriliansyah kepada insan pers mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait belum memutuskan rekayasa arus lalu lintas yang akan digunakan saat pengalihan arus.

BACA :Akses Jembatan Alalak Ditutup Bulan Depan, Pengalihan Lalu Lintas Masih Tunggu Kepastian

“Kami hanya melakukan simulasi saja. Namun itu dilakukan setelah oprit Jembatan Alalak II diperbaiki. Pihak PUPR Batola berjanji, dalam 20 hari ke depan akan selesai,” ucapnya.

Pria yang kerap disapa Iril ini mengatakan, jika sudah dilaksanakan simulasi pengalihan arus lalulintas, pihaknya akan mengadakan rapat guna menentukan peta jalur.

BACA JUGA : Oprit dan Pagar Jembatan Sungai Alalak II Rusak Membahayakan Pengguna Jalan

Memang, sebut dia, selain jalan alternatif Jembatan Alalak II, dalam rapat yang sudah mereka lakukan ada alternatif untuk membuat dermaga kapal fery penyeberangan. “Total ada tujuah kapal fery penyeberangan yang akan kami siapkan. Terkait hal ini akan diserahkan ke kabupaten/kota, baik itu Banjarmasin dan Barito Kuala,” jelasnya.

Seperti diketahui,  Jembatan Alalak yang sudah usang itu akan dipermak dengan model cable stayed. Jembatan ini termasuk jembatan bentang panjang. Jika diukur jarak dari oprit, panjangnya bakal 850 meter, sedangkan bentang tengah panjangnya 120 meter dengan lebar 20 meter.

BACA JUGA :  Picu Stress Tinggi, Fenomena Leher Botol Bakal Terjadi di Kayutangi Ujung

Proyek ini sendiri mendapatkan kucuran dana dari Kementerian PUPR dengan total Rp 274,561 miliar di bawah naungan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XI Banjarmasin. Pekerjaan pembangunan jembatan dikerjakan PT Wijaya Karya dengan subkontraktor PT Pandji Bangun Persada.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Fahriza