Oprit dan Pagar Jembatan Sungai Alalak II Rusak Membahayakan Pengguna Jalan

TERHITUNG sejak 24 Februari 2019 nanti, ruas Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti dan Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi akan ditutup total selama dua tahun. Penutupan jalan ini terkait pembangunan Jembatan Sungai Alalak model cable stayed bentang 850 meter dan lebar 20 meter dengan anggaran Rp 247,5 miliar.

REKAYASA lalu lintas untuk jalur alternatif pun telah dirancang. Ruas Jalan Trans Kalimantan-Jalan Tembus Perumnas, Kayutangi Ujung akan jadi poros penghubung bagi warga Batola dan Banjarmasin.

Dua ruas jalan ini dihubungkan Jembatan Sungai Alalak II, yang berada di kawasan Pasar Induk Handil Bakti dan Jalan Tembus Perumnas, Kelurahan Alalak Utara. Sayangnya, oprit Jembatan Sungai Alalak II justru mengalami kerusakan.

BACA :  Akses Jembatan Alalak Ditutup Bulan Depan, Pengalihan Lalu Lintas Masih Tunggu Kepastian

“Oprit jembatan telah bergeser sekitar 50 meter. Di bagian oprit pun ada lubang menganga, sehingga sangat membahayakan bagi pengguna jalan naik ke jembatan,” kata Syamsuri, pemilik bengkel di kawasan Terminal Handil Bakti kepada jejakrekam.com, Senin (14/1/2019).

Menurut dia, jika oprit Jembatan Sungai Alalak II berbentang 100 meter itu tidak diperbaiki, bisa mengancam para pengendara yang akan melintasi ruas jalan itu, saat jalan utama ditutup untuk keperluan pembangunan Jembatan Sungai Alalak.

Menurut Syamsuri, bukan hanya sebagian oprit Jembatan Sungai Alalak II yang amblas,  termasuk pula tiang pengaman jembatan yang berada di sepanjang oprit banyak yang terlepas.

“Kami khawatir kalau tidak perbaiki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batola, bisa membahayakan pengguna jalan,” kata Syamsuri.

Ia berharap sebelum penerapan rekayasa lalu lintas diberlakukan pada 24 Februari 2019, maka oprit dan bagian kerusakan di Jembatan Sungai Alalak II harus segera diperbaiki.

“Kami yakin mobilitas di kawasan Handil Bakti dan Jalan Tembus Perumnas akan padat. Makanya, beban Jembatan Sungai Alalak II pun akan bertambah,” ucap Syamsuri.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Kuala Abdul Manaf, membenarkan adanya sebagian oprit Jembatan Sungai Alalak II yang mengalami amblas.

BACA JUGA :  Dideadline 18 Januari, Pemilik Rumah di Kayutangi Ujung Mulai Bongkar Bangunan

“Dalam waktu dekat ini, segera kami perbaiki. Apalagi, nanti Jembatan Sungai Alalak II akan menjadi jalur alternatif arus lalu lintas, saat Jembatan Sungai Alalak ditutup,” kata Abdul Manaf.

Ia memastikan dalam sepekan ini, bagian oprit berikut bagian yang mengalami kerusakan di Jembatan Sungai Alalak II akan diperbaiki, termasuk pagar jembatan yang terlepas dan diperkuat kembali.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time