Kucurkan Kredit Rp 8,9 Triliun, Laba Diraih Bank Kalsel Hanya Rp 175 Miliar

BARU sepekan menjabat, Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin memastikan pengucuran kredit dari bank plat merah ini difokuskan untuk pembiayaan infrastruktur dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan.

SELAMA tahun 2018, Dirut Bank Kalsel Agus Syabarrudin menyebut dengan modal hanya Rp 1,8 triliun, sudah dikucurkan kredit sebesar Rp 8,9 triliun dan laba yang diraih mencapai Rp 175 miliar. Laba itu diakui Agus Syabarrudin tergolong kecil dibandingkan kinerja keuangan Bank Kalsel tahun-tahun sebelumnya.

“Sedangkan, untuk non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah masih kecil pada 2018 mencapai 4 persen gross atau sekitar 2 persen untuk nett. Persentase kredit macet ini turun dibanding tahun 2017 sebesar 7 persen,” kata Agus Syabarrudin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Kalsel, Kamis (10/1/2019) sore.

BACA :  Tentukan Dirut Bank Kalsel, RUPS Berlangsung Cukup Alot

Untuk mengantisipasi agar NPL kecil dalam tahun kinerja 2019, mantan Senior Executive Vice President Bank Kalsel Syariah ini memastikan akan menyiapkan cadangan dana yang lebih besar.

Agus Syabarrudin menyebut untuk skema pembiayaan yang menjadi atensi Bank Kalsel adalah pembangunan infrastruktur, terutama proyek milik pemerintah daerah.

Menurut dia, Bank Kalsel sebagai daerah harus digandeng dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk proyek-proyek nasional yang ada di Kalsel.

“Tapi, kami tak mengesampingkan sektor pembiayaan untuk ribuan pelaku UMKM di Kalsel. Usaha kecil tetap diprioritaskan dibantu Bank Kalsel,” katanya.

BACA JUGA :  Saham Mayoritas Pemprov, Per April 2017 Modal Bank Kalsel Rp 1 Triliun Lebih

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Gusti Rudiansyah meminta Bank Kalsel jangan terfokus pada pembiayan proyek infrastruktur berskala besar, tapi harusnya tetap fokus pada peningkatan modal kerja pelaku UMKM.

“Keberadaan mereka justru jauh lebih besar dibanding pelaku ekonomi menengah dan besar di Kalsel. Terbukti, pelaku UMKM justru mampu bertahan di tengah krisis ekonomi,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi G Sanusi