Tak Berdaya Tolak Relokasi, Pedagang Pasar Bauntung : Senjata Kami Tinggal Doa

PERIBAHASA anjing menggonggong, kafilah berlalu sepertinya dipakai Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani. Didukung mayoritas wakil rakyat di DPRD Banjarbaru, rencana relokasi Pasar Bauntung tetap berlaku, meski mendapat penolakan dari para pedagang.

APA alasan pedagang Pasar Bauntung  menolak relokasi ke Stadion Mini di Jalan RO Ulin? Usut punya cerita, ternyata para pedagang tak ingin kalah dua kali ketika mengakuri rencana relokasi pasar yang masuk visi-misi Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani tersebut.

Pertama, para pedagang tak ingin kalah ketika toko atau kios yang ada di Pasar Bauntung harus ditinggalkan. Kedua, mereka dihadapkan adanya kios atau toko baru yang harus ditebus dengan biaya tak sedikit.

Kekhawatiran ini yang memicu protes para pedagang Pasar Bauntung dalam berbagai pertemuan dengan Walikota Nadjmi Adhani hingga mengadu ke DPRD Banjarbaru.

BACA :  Klaim Walikota Dibantah, Pedagang Pasar Bauntung Sebut PKL yang Mendaftar Relokasi

Hal ini diungkapkan salah satu ketua perkumpulan pedagang Pasar Bauntung, Hariyadi. Menurut dia, penolakan relokasi ini berdasar kekhawatiran akan menebus kios atau toko yang harganya lebih mahal dibandingkan tempat semula.

“Kalau relokasi, berarti kami akan kalah dua kali. Pertama, kios kami yang ada akan hilang begitu saja. Kedua kami harus membayar lagi untuk kios di tempat yang baru,” ucap Hariyadi kepada jejakrekam.com di Banjarbaru, Rabu (9/1/2019).

BACA JUGA :  Ongkos Relokasi Pasar Bauntung Mengutang, Kepala BPKAD Banjarbaru: Dicicil Lima Tahun

Di awal Januari 2019, Hariyadi bersama para pedagang lainnya pun merasa waswas, jika nantinya relokasi itu benar-benar diterapkan Pemkot Banjarbaru.

Hariyadi mengaku cukup lelah menghadapi rencana relokasi pasar dari Pemkot Banjarbaru. Sebab, menurut dia, para pedagang sebagai objek harus menghadapi pemerintah kota yang tidak memberikan solusi alternatif, selain relokasi.

“Kami ini hanya masyarakat biasa dan wakil rakyat kami di DPRD juga telah menyetujui tanpa bicara dengan kami. Itulah yang terjadi. Makanya, kami tetap berdoa semoga relokasi pasar ini tidak terjadi,” cetus Hariyadi.

BACA LAGI :  Walikota Silih Berganti, Pasar Bauntung Tetap Bagai Buah Simalakama

Pedagang lainnya, Ahmad Khairani yang membuka usaha di Blok M Pasar Bauntung menyatakan dirinya bersama ratusan pedagang lainnya tetap berjuang menolak relokasi. Namun, beber dia, perjuangan yang mereka lakukan saat ini menghadapi tantangan besar.

“Makanya, kami tinggal memohon kepada Allah SWT saja. Ya, banyak-banyak berdoa dengan shalat hajat,” ucap Khairani.

“Kami disini ada beberapa kelompok, namun semuanya tetap menolak relokasi pasar. Kami juga sama- sama menggelar berbagai upaya yang memohon kepada Allah agar  relokasi batal dilaksanakan,” ujarnya.

Hampir tiap akhir pekan, Khairani dan kawan-kawan menggelar shalat hajat dengan harapan relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru urung terlaksana.

“Kami setiap minggu menggelar shalat hajat sampai 41 minggu. Kami tidak mampu melawan Pemkot Banjarbaru dan Walikota Nadjmi Adhani. Jadi, senjata kami tinggal doa saja,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Kata mereka tentang jejakrekam.comhttps://www.youtube.com/watch?v=JMpxvqUGSc4&t=28s