KBRI Den Haag Promosikan Produk Makanan dan Minuman Indonesia

KBRI Den Haag, Belanda, gencar promosikan produk makanan dan minuman Indonesia melalui partisipasi 7 perusahaan Indonesia pada pameran Horecava di RAI Amsterdam, 7-10 Januari 2019.

HORECAVA 2019 merupakan platform pameran terbesar untuk produk makanan dan minuman di Belanda. Sinergi antara pemerintah dan swasta untuk terus mempromosikan produk makanan dan minuman Indonesia di Belanda sangat terlihat pada ajang pameran Horecava 2019 yang berlangsung 7-10 Januari 2019 di RAI Amsterdam.

Tahun 2019 merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia untuk terus mempromosikan produk Indonesia di Belanda, mengingat “Real Private Consumption Expenditure” Belanda pada 2019 diharapkan naik sebesar 1,8 persen, yang akan diikuti oleh kenaikan konsumsi terhadap food, housing, leisure, clothing, health, education, energy dan bahkan services. Hal ini semakin menjadikan Belanda pasar yang penting bagi produk-produk Indonesia termasuk produk makanan dan minuman.

Tujuh perusahaan Indonesia bergabung di paviliun Indonesia yang berlokasi di Hall 7, yakni Dua Tang, Inaco, Danora Agro Prima, Javara Indonesia, Seed International Origin, Interaromat dan Bella Komoditi Nusantara, yang menshowcase produknya yang beragam dari teh dan teh organic, coconut jelly, sweet potato, cocoa butter dan cocoa powder, kopi, noodle, coconut chips, coconut jam, herbs, spices dan sebagainya.

“Pasar food and beverage products Indonesia di Belanda masih sangat mendominasi mengingat Indonesia punya sejarah yang panjang dengan Belanda, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa makanan Indonesia sangat mempengaruhi tren makanan di Belanda. Ditambah lagi banyaknya restoran Indonesia di Belanda serta diaspora juga mahasiswa Indonesia di Belanda yang merupakan captive market yang cukup besar,” ujar Dubes Puja saat membuka Paviliun Indonesia, 7 Januari 2019, di RAI Amsterdam.

BACA : Budaya dan Kuliner di Tenda Indonesia Pikat Ribuan Pengunjung Embassy Festival 2018

Sebagai informasi, ekspor Indonesia ke Belanda untuk miscelleneous food mencapai USD 10,3 juta pada periode Januari-Oktober 2018 atau mengalami peningkatan sebesar 21,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan tren ekspor yang menunjukkan angka yang positif, yakni 41,7 persen selama periode 5 tahun berturut-turut.

Oleh karenanya, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Indonesia untuk berpartisipasi dan memanfaatkan pameran sebesar Horecava ini sebagai ajang promosi sekaligus berkompetisi untuk memenangkan pasar produk makanan dan minuman di Belanda yang trennya terus berkembang dari tahun ke tahun.

Pada Horecava 2019 ini, KBRI Den Haag juga menggandeng salah satu perusahaan Indonesia yang bergerak di industri coklat dalam rangka memanfaatkan posisi Belanda sebagai World’s Main Importer untuk cocoa beans dan nomor dua dunia untuk cocoa grinder.

Ditambah lagi nilai impor Belanda untuk cocoa beans dari dunia menunjukkan rata-rata pertumbuhan yang terus meningkat yakni sebesar 6.0 persen. Produk-produk baru lainnya seperti coconut jam dan coconut chips serta sweet potato Indonesia juga tampil pada Horecava 2019 ini.

“Saya optimis keikutsertaan Indonesia pada Horecava 2019 yang berlangsung selama 4 hari ini dapat menghasilkan transaksi dagang yang signifikan serta meningkatkan permintaan pasar Belanda dan bahkan Eropa lainnya terhadap produk makanan dan minuman Indonesia yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Belanda, sekaligus meningkatkan nilai surplus perdagangan Indonesia dengan Belanda” ujar Puja.(jejakrekam)

Penulis Rilis
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Kata mereka tentang jejakrekam.comhttps://www.youtube.com/watch?v=JMpxvqUGSc4&t=28s