Di Bawah Dirut yang Baru, Bank Kalsel Harus Buktikan Kinerja Positif

BANK Kalsel sebagai lokomotif perbankan milik Pemprov Kalsel dan 13 kabupaten/kota telah memiliki direktur utama yang definitif. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menunjuk dan melantik Agus Syabarrudin sebagai Direktur Utama Bank Kalsel.

SEBAGAI partner pemerintah daerah, Komisi II DPRD Kalsel pun menyambut positif telah hadirnya pucuk pimpinan bank bertagline Bank Urang Banua itu yang definitif, usai hampir 12 bulan lowong dan dipegang pejabat sementara.

“Dengan diisi Direktur Utama Bank Kalsel yang definitif. Bank Kalsel harus bisa memacu kinerja ke depan sebagai satu-satunya bank milik daerah yang punya jaringan di 13 kabupaten dan kota di Kalsel,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Gusti Rudiansyah kepada jejakrekam.com Senin (7/1/2019).

Menurut dia, pada tahun 2019 hingga ke depan, pemerintah daerah sangat membutuhkan pemimpin- pemimpin  yang memiliki visioner dan mampu mengayuh semua badan usaha milik daerah (BUMD) lebih berperan lagi. Terutama, menggenjot dan berkontribusi bagi pendapatan daerah, termasuk Bank Kalsel.

BACA :  2019-2024, Bank Kalsel Dipimpin Agus Syabaruddin

Bagi Gusti Rudiansyah, dengan manajemen internal yang bagus, tentu peluang dan potensi dalam menggali pendapatan daerah bisa terbuka lebar.

“Bank Kalsel merupakan BUMD yang harus selalu sehat. Ini demi menjaga kestabilan perekonomian daerah, memperkuat pelaku usaha kecil yang jumlahnya sangat banyak. Tentu saja, bisa mendukung program pembangunan pemerintah Kalsel,” kata legislator Golkar ini.

Ia menegaskan sesuai rencana Pemprov Kalsel pada 2019, Bank Kalsel dan BUMD lainnya didorong menjadi ujung tombak dalam menggali pendapatan asli daerah (PAD).

“Standar ukuran untuk mengukur kinerja BUMD, salah satunya kontribusinya bagi pendapatan daerah,” ucap Rudiansyah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Gusti Rudiansyah

Anggota Banggar DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Golkar ini memastikan akan mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pimpinan Bank Kalsel

“Nanti waktunya akan dijadwalkan. Yang pasti, kami mendukung manajemen Bank Kalsel di bawah direktur utama yang baru dalam meningkatkan peran bank daerah di sektor ekonomi Kalsel,” tandasnya.

BACA JUGA :  Saham Mayoritas Pemprov, Per April 2017 Modal Bank Kalsel Rp 1 Triliun Lebih

Sebelumnya, usai dilantik Gubernur Sahbirin Noor, Jumat (4/1/2019), Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin memastikan akan mengoptimalkan koordinasi bersama jajaran direksi. Termasuk, mengikuti perkembangan zaman. “Kami ingin bergerak bersama dan 2019 semangat kerja karyawan akan lebih baik lagi,” katanya.

Pria yang pernah berkarier sebagai bank di berbagai bank swasta ini optimistis Bank Kaslel akan menjadi goverment bisnis economic yakni menjadikan Bank Kalsel sebagai bank utama untuk membangun daerah secara berkelanjutan.

Potensi Bank Kalsel di Kalsel sangat besar. Ia menyebut tidak hanya dalam pembiayaan UMKM, namun infrastruktur seperti kereta api akan Bank Kalsel. “Bukan tidak mungkin pembiayaan dari Bank Kalsel, dan peran Bank Kalsel akan lebih optimal, seperti di Jawa Barat, justru bank daerah yang berperan dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Kata mereka tentang jejakrekam.comhttps://www.youtube.com/watch?v=JMpxvqUGSc4&t=28s