Butuh Dana Ratusan Juta, Bayi Pengidap Kelainan Jantung Dirujuk ke RS Harapan Kita

DI USIA yang masih terbilang belia, Aroyan Dailan Al Farisy telah divonis menderita kelainan jantung. Putra pasangan Mastur dan Rizky Chandra Sari ini harus dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional (RSPJN) Harapan Kita di Jakarta.

BUTUH dana ratusan juta untuk mengobati penyakit yang diidap bayi berumur empat bulan itu. Dari segi fisik, tubuh Aroyan Dailan Al Farisy terlihat normal. Apalagi, sejak mendapat perawatan intensif di RSUD Ulin Banjarmasin, Selasa (8/1/2019).

Demi menyelamatkan bayi ini, pihak RSUD Ulin merujuk ke RS Harapan Kita di Jakarta. Hingga Selasa (8/1/2019), Aroyan Dailan Al Farisy ditemani kedua orangnya tengah dirawat di Ruang Inap Tulip IIA. Terhitung, sejak Minggu (6/1/2019) malam, Aroyan dirawat di ruangan khusus anak itu.

Kedua orangtua Aroyan, Mastur dan Rizky Chandra Sari mengaku sudah bolak-balik mengantarkan buah hatinya dirawat di rumah sakit, sejak divonis mengidap kelainan jantung.

“Menurut dokter, walau fisik anak kami ini normal, namun akibat  mengalami kelainan jantung sangat rentan terkena infeksi. Ya, seperti pilek dan batuk, sehingga membuatnya sulit bernapas,” kata Mastur kepada awak media, Selasa (8/1/2019).

BACA :  Apa Itu Imunisasi MR? Vaksin Hidup yang Telah Dilemahkan Cegah Penyebaran Campak Jerman

Dokter spesialis anak yang menangani Aroyan, dr Meida Erimarisya mengatakan berdasar pemeriksaan media bayi pasangan Mastur-Rizky memang harus dirujuk ke RS Harapan Kita di Jakarta.

“Ini demi tindakan medis pengobatan bayi yang hanya bisa dilakukan di rumah sakit itu,” kata Meida.

Selama dirawat di RSUD Ulin, Aroyan diinfus dan diberi obat-obatan serta bantuan oksigen agar leluasa bernapas. Untuk dapat dirujuk ke RS Harapan Kita, Mastur pun bercerita kenadala biaya yang akan dihadapi. Dengan pekerjaan hanya seorang tukang servis AC, Mastur mengaku tak sanggup menanggung dana ratusan juta.

“Makanya, kami belum bisa membawa ke RS Harapan Kita di Jakarta,” ucap Mastur ditemani sang istri, saat merawat anak ketiga dari pasangan ini.

Tak hanya itu, Mastur pun mengaku telah mendapat informasi dari BPJS Kesehatan hanya menanggung biaya separuh. Sisanya, ditanggung Mastur sendiri selaku orangtua Aroyan.

“Sangat berat bagi kami dengan penghasilan seperti sekarang. Apalagi, istri saya hanya seorang guru honorer di salah satu SMP di Banjarmasin,” tuturnya.

BACA :  3 Bulan Sekali Donor Darah Bisa Sehatkan Jantung

Terpisah, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banjarmasin Muhammad Fakhriza membantah jika pihaknya tak menanggung pasien tak mampu seperti Aroyan, penderita kelainan jantung.

“Selama pasien sesuai kelas perawatan, maka tidak ada biaya tambahan. Kecuali, pasien minta naik kelas, akan dikenakan biaya tambahan,” tegas Fakhriza.

Walau BPJS Kesehatan menjamin akan menanggung biaya pengobatan Aroyan, toh kedua orangtuanya tetap berharap uluran para dermawan agar sang anak bisa dirawat di RS Harapan Kita, hingga sembuh seperti sediakala.(jejakrekam)

 

Penulis Deden
Editor Didi GS