Tunjangan Kinerja Diberlakukan, Tak Ada Lagi ASN Pemkot Pemalas

LAMA tak terdengar, kebijakan pemberian tunjangan kinerja (tukin) bagi para aparatur sipil negara (ASN) mulai mengemuka lagi di lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin. Praktis, kinerja PNS yang malas dan rajin akan tampak secara jelas.

SEKRETARIS Daerah Kota Banjarmasin, Hamli Kursani membeberkan kebijakan tukin akan dieksekusi pada tahun ini juga. Terhitung per tanggal 2 Januari 2019. Dia meyakini, sistem hitung-hitungan sesuai kinerja pegawai bisa memicu motivasi kerja para ASN.

Tunjangan bakal semakin meningkat apabila ASN yang bersangkutan mendapatkan poin maksimal, dan itu ada perhitungannya.

“Peningkatan itu sesuai dengan kinerjanya. Ingin tunjangan naik tapi kalau kinerjanya tidak ada, bagaimana bisa? jadi setiap pekerjaannya itu ada hitung-hitungan,” tutur Hamli Kursani di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (3/1/2018).

BACA: Tunjangan Honor ASN Dihapus, Kalsel Siap Terapkan TPP

Hasil perhitungan sendiri nantinya akan dimuat ke aplikasi khusus tukin yang telah didesain sedemikian rupa. Menjelang akhir bulan, skor para ASN akan ditotal.

Hermansyah: Kinerja Honorer Lebih Bagus Ketimbang ASN

Sementara itu, Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah membeberkan kebijakan ini nantinya bisa memberika peluang bagi ASN pemkot agar lebih giat, bahkan bisa lembur sampai malam hari.

“Kita tahu kan mana ada pegawai sampai malam lembur bekerja? Nah, dengan Tukin ini ASN bisa lembur kerja sampai malam karena kinerja ada hitung-hitungannya,” kata Hermansyah.

Penerapan tukin juga bisa dianggap sarana memacu semangat kerja ASN agar program kerja di awal tahun bisa segera dilaksanakan.

“ASN kita yang hampir 10 ribu dan dibandingakan dengan tenaga honorer, tapi kinerjanya jauh lebih bagus honorer. Maka dari itu kita terapkan sistem ini untuk meningkatkan kinerja dari ASN itu,” pungkasnya. (jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Donny Muslim
Anda mungkin juga berminat
Loading...