ACT

Jadi Masalah Menahun, Jalan Prona Tergenang Tiap Hujan Deras

0 428

USAI diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sebagian ruas jalan Kota Banjarmasin lagi-lagi diserbu ‘calap’. Kondisi cukup parah terjadi di sekitar kawasan Jalan Prona, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Genangan air mencapai mata kaki orang dewasa.

DARI pantauan jejakrekam.com di lapangan, Senin (24/12/2018), hingga malam hari genangan belum juga terlihat surut. Menurut pengakuan warga, fenomena calap di kawasan Prona memang sudah jadi masalah klasik.

BACA : Drainase Wajib Dibenahi Kalau Ingin Minimalisir Genangan Air

“Setiap tahun selalu begini saja. Kalau ditambah hujan lagi malam harinya, tambah lagi calapnya. Daerah saluran enggak ada lagi. Sementara, jalan juga enggak kunjung dibuat tinggi,” keluh Sulastri, pedagang gorengan yang menjaja dagangannya di depan Masjid Qomaruddin, Jalan Prona I.

Selain jalan utama, beberapa kawasan permukiman warga Prona juga terendam calap usai hujan deras. Seperti Gang Indra Jaya III dan Gang Pirus II yang lokasinya saling berseberangan jalan.

BACA JUGA : Hujan Sebentar, ‘Calap’ Sudah Merata Dimana-mana

 

“Ini sebenarnya masih biasa. Berkaca tahun lalu, genangan air bahkan sempat mencapai lutut orang dewasa. Tak jarang, binatang melata seperti ular masuk ke permukiman warga. Saya harap pemerintah bisa segera turun tangan saja ya. Ini sudah menahun masalahnya. Buat daerah resapan. Atau paling tidak tinggikan jalan kami,” ujarnya tak berpanjang lebar.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Joko Pitoyo belum bisa dihubungi jejakrekam.com hingga sekarang. Namun, menurut penjelasan Kabid Jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas PUPR, Chandra, calap terjadi karena kondisi  Banjarmasin yang sangat berdekatan dengan permukaan laut.

“Ini kan air juga lagi pasang. Selain itu, normalisasi sungai yang ada di sekitar Prona, tepatnya Sungai Guring juga mesti digenjot lebih lanjut. Agar saluran air kembali lancar,” kata dia.

Terkait permintaan warga untuk meninggikan jalan, Chandra tak mengiyakan. Menurutnya, pangkal masalahnya bukan berhubungan kondisi jalan yang rendah. “Ini masalah daerah saluran air saja. Jalan ya sudah begitu saja,” tandasnya. (jejakrekam)

Penulis Donny Muslim
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.