Dirgahayu

Masyarakat Kalsel Deklarasikan Anti Hoax Bergerak

DINAS Kominfo Kalsel bersama kalangan masyarakat, pelajar, mahasiswa, TNI dan Polri, deklarasikan anti hoax, Kamis (13/12/2018). Hal itu menanggapi banyaknya penyebaran informasi berbau fitnah, hasutan, maupun hoax di media sosial.

ASISTEN III Bidang Administasi Umum Setdaprov Kalsel Heriansyah mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, masyarakat Kalsel berusaha untuk menangkal berita hoax, karena itu akan mengganggu tatanan masyarakat termasuk keutuhan NKRI.

“Seluruh masyarakat Kalsel harus bisa melawan hoax, sebab saat ini sudah terasa dari informasj yang kita baca sehari-hari. Apalagi saat ini kita memasuki tahun politik, dan kami harap media-media memberitakan berita yang jelas,” katanya.

Diungkapkannya, hoax merupakan material informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya. Hoax juga bisa diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta, melalui proses pembacaan dengan informasi yang meyakinkan, tetapi tidak dapat diverifikasi. Terkadang hoax juga diartikan sebagai tindakan mengacaukan informasi yang benar, dengan cara membanjiri suatu media dengan pesan yang salah untuk menutupi pesan yang benar.

BACA : Maraknya Penyebaran Berita Hoax Ancaman bagi Bangsa

Kadiskominfo Kalsel Gusti M Rifai mengatakan, maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengajak seluruh masyarakat agar peduli memerangi penyebaran informasi hoax di media sosial, serta bertujuan mengajak masyarakat agar lebih kritis dalam membaca dan menyebarkan berita di media sosial, yang mana dalam deklarasi hoax yang dikemas dalam deklarasi hoax bergerak itu dihadiri 200 mahasiswa, elemen masyarakat, ASN, serta TNI/Polri.

Diungkapkannya, dari tahun ke tahun berita hoax selalu meningkat. Data Kementerian Komimfo, pada tahun 2016 berita hoax sekirar 300-an, pada 2017 sekitar 7.000-an, dan hingga akhir November 2018 sebanyak 24.246.

“Dengan deklarasi ini kita semua berkomitmen untuk lebih peduli dan bersama-sama memerangi penyebaran berita-berita bohong atau istilah kerennya disebut hoaz yang saat ini marak di media sosial,” katanya.

Menurutnya, informasi hoax yang viral di media sosial bisa memicu keributan bahkan merembet menjadi kerusuhan fisik, hal ini juga berpotensi mengganggu keamanan nasional. Perkembangan IT berdampak pada disintegrasi bangsa.

Dia menambahkan, generasi muda rentan terpapar oleh penyebaran berita palsu di media sosial. Hal tersebut dikhawatirkan dapat merusak generasi muda sebagai penerus bangsa.

“Generasi muda merupakan yang paling rentan terhadap bahaya hoax, sangat disayangkan kalau Indonesia yang akan datang diisi oleh orang-orang yang tidak cerdas dalam bermedia sosial. Jangan sampai penyesalan kita bayar dengan penderitaan yang panjang, maka dari itu berhati-hati dalam bermedia sosial,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Andi Oktaviani