Dirgahayu

Dua Pohon Tumbang di Depan Kantor Camat Banjarmasin Utara Dipotong

PENYISIRAN pohon-pohon yang tumbang dan dahan yang patah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin. Terdata ada beberapa kawasan, ditemukan banyak pepohonan yang tumbang dan rantingnya patah, termasuk dua pohon di depan kantor Camat Banjarmasin Utara, Jalan HKSN.

USAI diterjang angin kencang dan hujan yang deras, cuaca ekstrem yang melanda ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, cukup mengkhawatirkan. Terutama, potensi tumbangnya pohon yang bisa saja memakan korban.

“Ya, ada dua pohon besar tumbang. Akarnya sudah tercerabut dari tanah di depan kantor Camat Banjarmasin Utara ini. Tidak bisa dipertahankan, memang harus dipotong dan dicabut,” ucap Kepala Seksi Pembibitan dan Penanaman Bidang Pertamanan DLH Kota Banjarmasin, Abdul Manan kepada jejakrekam.com, Kamis (6/12/2018) pagi.

Ia mendata ada beberapa pohon yang tumbang dan dahannya patah, seperti di Jalan Jafri Zamzam, Jalan Piere Tendean, Jalan Perdagangan, Jalan HKSN serta Jalan Brigjen H Hasan Basry diterjang angin ribut dan hujan deras pada Rabu (5/12/2018) sore.

BACA : Jendela Gedung Susu Tersambar Petir, Kepala Taman Budaya: Segera Ada Perbaikan

“Semua pohon yang tumbang dan dahan yang patah telah kami bereskan. Termasuk, dua pohon di depan kantor camat ini. Paling dua jam, semua beres,” kata Abdul Manan.

Untungnya, menurut dia, tumbangnya pohon ini tidak memakan korban, sehingga urusannya tidak menjadi panjang. Ia mengakui sepatutnya pemerintah kota menganggarkan dana khusus penanggulangan pohon yang tumbang, ketika mengenai warga.

“Sayang, kami tak punya dana itu. Padahal, dengan kondisi tanah Banjarmasin yang labil, cukup riskan kalau pohon-pohon ini menimpa warga. Dulu, ada pohon yang mengenai mobil dan sepeda motor, karena kami tak punya dana, tak bisa mengganti,” kata Manan.

Tak hanya itu, diakui Manan, keterbatasan dana dan personel juga turut mempengaruhi lambannya penanganan pohon yang tumbang. Terkecuali, pohon tumbang menghalangi jalan. “Saat ini, kami hanya punya dua grup. Idealnya dengan luasnya wilayah Banjarmasin, tentu butuh setidaknya lima grup yang mencover lima kecamatan yang ada,” tuturnya.

BACA JUGA : Prak!!! Diterjang Angin Kencang dan Hujan Lebat, Pohon di Jalan Jafri Zamzam Tumbang

Dalam satu grup terdiri dari lima personel. Dua petugas yang memegang mesin gergaji panjang pemotong dahan (pole pruner), satu armada truk klip dan truk pengangkut batang pohon. “Kami akan rapikan. Dahan-dahan dipotong per bagian. Nanti dikumpulkan dan selanjutnya dibuang ke TPA Basirih. Kalau ada warga yang mau batang pohon, silakan,” ucap Manan.

Ia mengakui memasuki musim hujan dengan cuaca ekstrem, pemotongan dahan dan ranting perlu dilakukan pihaknya, agar bisa mengurangi beban tekanan angin. “Kami juga berkoordinasi dengan PLN untuk pemotongan dahan dan ranting, terutama yang menyenggol jaringan kabel listrik,” ucapnya.

Manan mengakui untuk penanaman pohon di tepi jalan atau penyulaman selama tahun 2018, sudah disebar sebanyak 1.400 bibit. Kebanyakan pohon yang dipilih jenis angsana, tabebuya, trembesi serta beringin, karena sesuai dengan kontur tanah lembek di Banjarmasin.

“Kalau pohon palem, tidak cocok ditanam. Apalagi, pohon ini tidak termasuk dalam penilai Adipura, karena bukan pohon peneduh,” urai Manan.

BACA LAGI : Intensitas Curah Hujan Melonjak, Genangan Air Mewarnai Ruas Jalan Kota Banjarmasin

Apakah tak memilih pohon berbuah seperti mangga atau rambutan? Manan menyebut untuk kewenangan itu berada di Dinas Pertanian Kota Banjarmasin. Ia bercerita sebetulnya Banjarmasin perlu menanam pohon endemik Kalimantan seperti kayu ulin sebagai upaya pelestarian flora Borneo.

“Kami malah menginginkan pohon ulin yang ditanam di tepi jalan atau taman. Ya, seperti di kawasan siring sungai,” ucapnya.

Beda dengan pohon berbuah, Manan khawatir justru tingkat kesadaran masyarakat masih rendah, sehingga pohon-pohon semacam ini tidak dirawat, malah menjadi sumber keribuatan akibat rebutan buahnya.

“Ada juga pohon ditanam warga sendiri. Seperti di Jalan HKSN, kebanyakan tidak dirawat. Inilah mengapa dengan kondisi Banjarmasin yang rawan pohon tumbang, lebih dipilih pohon yang punya akar yang kuat terhadap terjangan angin kencang,” imbuhnya.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi G Sanusi