Pertumbuhan Ekonomi Kalsel 2019 Diprediksi Meningkat 5,8 Persen

PERTUMBUHAN ekonomi Kalimantan Selatan tiap tahun terus mengalami peningkatan. Jika di tahun 2018, Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Kalsel masih di kisaran 5,1-5,5 persen, diprediksi akan mengalami peningkatan pada 2019, di angka 5,4 hingga 5,8 persen.

DATA ini diungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan, Herawanto dalam pertemuan tahunan di Aula BI Kalimantan Selatan, Jalan Lambung Mangkurat, Rabu (5/12/2018).

Menurut Herawanto, peningkatan pertumbuhan ekonomi Kalsel pada 2019 itu ditopang peningkatan investasi, konsumsi rumah tangga (RT) dan konsumsi lembaga non profit rumah tangga (LNPRT).

Ia juga menerangkan dalam dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi Kalsel juga ditopang sektor pertanian dan industri pengolahan. Ini  seiring terus bergulirnya program cetak sawah serta beroperasinya pabrik baru turunan CPO (minyak sawit) dan program penggunaan biodesel 20 persen (B20).

BACA : BI Nilai Kalsel Bisa Jadi Pusat Ekonomi Syariah Nasional

Di sisi lain, ungkap Herawanto, prospek harga batubara yang cenderung akan lebih rendah pada 2019, akan menahan pertumbuhan ekspor dan kinerja sektor pertambangan.

“Ketiga dari sisi stabilitas keuangan di daerah. Untuk penyaluran kredit perbankan Kalsel pada triwulan III-2018 berdasarkan lokasi proyek tercatat tumbuh 14,56 persen (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 13,80 persen (yoy),” paparnya.

Ia menjelaskan ada enam indikator dalam menilai pergerakan perekonomian Kalsel pada tahun 2018. Yakni, pertumbuhan ekonomi, inflasi, sistem pembayaran, sumber baru  pertumbuhan ekonomi Kalsel, ekonomi syariah, dan pengembangn UMKM. “Dari enam poin penting ini, indikatornya terus bergerak dinamis di Kalsel,” ungkapnya.

Herawanto juga menyarankan agar Kalsel segera mencari sumber baru pertumbuhan ekonominya, sehingga bisa melepaskan diri dari ketergantungan komoditas batubara. “Sesuai hasil riset growth strategy Bank Indonesia, terdapat tiga sektor prioritas yang bisa dikembangkan yakni agroindustri, perikanan, dan pariwisata,” beber Herawanto.

BACA JUGA : Naik 300 Persen, BI Dorong e-Commerce di Kalsel

Dia menilai justru apa yang dicanangkan BI sejalan dengan program Pemprov Kalsel sebagaimana tertuang dalam dokumen RPJMD 2016-2021.

“Nah, pengembangan ketiga sektor unggulan tersebut, kami pandang tepat dan strategis. Sebab, sangat berperan penting dalam transformasi perekonomian Kalimantan Selatan, termasuk berkontribusi perekonomian nasional. Khususnya, dalam memperbaiki kondisi neraca perdagangan (current account deficit),” ujar Herawanto.

Menurut dia, pengembangan pariwisata yang kini tengah digencarkan Pemprov Kalsel perlu didorong sebagai quick win. Hal ini, menurut dia, dilandasi bahwa sektor pariwisata merupakan sektor yang menjual sesuatu yang sudah ada.

“Bagaimana kita mengelola dan mengemas serta mempromosikan secara baik akan menjadi kunci kesuksesan sektor pariwisata,” imbuhnya.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...