BI Nilai Kalsel Bisa Jadi Pusat Ekonomi Syariah Nasional

POTENSI populasi muslim yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan dinilai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalsel, Herawanto justru bisa menjadi modal untuk memperkuat dan menjadi pusat ekonomi syariah nasional. Apalagi, pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di Kalsel menunjukkan angka yang menggembirakan.

HERAWANTO mengungkapkan pertumbuhan ekonomi baru di Kalsel justru ditopang dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui program pemberdayaan usaha pesantren dan ekosisten halal value cain. Termasuk, tumbuhnya lembaga keuangan berbasis syariah seperti perbankan maupun lembaga pembiayaan lainnya.

“Saat ini di Kalsel, juga tumbuh usaha makanan, fashion seperti busana muslimah (hijab) dan pariwisata halal. Jadi, Kalsel punya modal kuat untuk menjadi pusat ekonomi syariah, bahkan ke depan menjadi sentra industri halal di regional Kalimantan,” papar Herawanto dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia Kalsel di Aula BI, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Rabu (5/12/2018).

BACA : Bank Kalsel, Garuda Indonesia, dan Biro Perjalanan Fasilitasi Ibadah Umroh bagi ASN

Dia mencontohkan pada gelaran Festival Ekonomi Syariah 2018 di Balikpapan, Kalimantan Timur, perwakilan Kalsel meraih berbagai prestasi seperti juara I tari oleh Sanggar Permata Ije Lela, juara I lomba nasyid oleh Zahro Voice, dan juara II lomba busana muslim oleh Haris Hidayatullah.

Mantan Kepala Grup Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur ini juga menyinggung soal pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kalsel.

Herawanto memastikan BI Kalsel akan terus mendorong dan memperkuat pengembangan klaster ketahanan pangan dan produk unggulan daerah.

BACA JUGA : Bersaing di Bisnis Retail, Gerai 212 Mart Bidik Pasar Umat

“Saat ini, terdapat empat klaster yaitu klaster padi unggul di Kabupaten Tanah Bumbu, klaster bawang merah di Kabupaten Tapin, klaster ikan air tawar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan klaster ampulung di Kabupaten Hulu Sungai Utara,” tutur Herawanto.

Ia mengutarakan dalam riset komoditas produk dan jasa unggulan (KPJU) UMKM pada tahun 2017, telah teridenfikasi komoditas unggulan di setiap kabupaten yang ada di Kalsel.

“Riset lainnya yang dilakukan BI dalam bentuk landing model produk potensial berbasis kearifan lokal. Tahun ini, kami telah melakukan penelitian mengenai pembiayaan tenun Pagatan,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi G Sanusi