Ongkos Relokasi Pasar Bauntung Mengutang, Kepala BPKAD Banjarbaru: Dicicil Lima Tahun

PEMBANGUNAN Pasar Bauntung baru di lahan Stadion Mini Haji Idak, Jalan RO Ulin, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan direncanakan mulai digenjot tahun depan. Sementara itu, penyelesaiannya ditarget rampung tahun 2020 mendatang, menggantikan Pasar Bauntung, pasar pertama yang dibangun Van Der Peijl pada Agustus 1965.

MESKI selesai cepat, pembayaran utang untuk relokasi dan pembangunan fisik setidaknya butuh waktu lima tahun. Agar bisa dikatakan lunas sejak dana dikucurkan dari pihak pemberi pinjaman, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebanyak Rp 104 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Jainudin mengungkapkan dipilihnya pola utang untuk proyek yang menjadi misi duet Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya ini bukannya tanpa dasar. Setelah melakukan pertimbangan, dirinya menyadari tak memungkinkan jika dana relokasi dan pembangunan mencomot kas daerah.

“Nanti bisa dicicil lima tahun. Kasihan nanti APBD kita. Jadi kami memilih pola utang ketimbang pola yang lain,” ucap Jai, sapaannya ketika ditemui jejakrekam.com, di Banjarbaru, beberapa waktu lalu.

Ditanya bagaimana utang dibayar, Jainudin membeberkan biaya bakal  dicicil dengan sumber pendanaan APBD serta hasil retribusi Pasar Bauntung yang baru.

BACA : Sempat Disoraki Pedagang, Nadjmi Tetap Kukuh Ingin Merelokasi Pasar Bauntung

Jai yakin, tren pembayaran retribusi oleh pedagang juga bakal meningkat seiring dengan berkembangnya bangunan fisik pasar yang bersih dan nyaman. “Mereka juga pasti akan mengikuti. Saya merasa optimistis,” tandas Jainudin.

Sementara, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengatakan relokasi pasar merupakan pilihan yang sangat tepat.

“Saya ingin mengangkat derajat orang pasar juga. Dan demi masyarakat Banjarbaru yang punya hak untuk menikmati pasarnya,” ujarnya, Kamis (29/11/2018) saat agenda sosialisasi relokasi Pasar Bauntung di Gedung Bina Satria.

BACA JUGA : Walikota Silih Berganti, Pasar Bauntung Tetap Bagai Buah Simalakama

Nadjmi mengatakan tak mau lembek dari awal terhadap pedagang, meski b tetap terbuka dengan beragam lontaran kritik. Mau tak mau, kondisi pasar yang sudah kelewat kumuh dan sumpek memang mesti dilalukan relokasi. “Ini niat baik Pemkot Banjarbaru. Tidak ada pemerintah yang tak memiliki niat tak baik,” ucap Nadjmi. (jejakrekam)

Penulis Donny Muslim
Editor Didi G Sanusi
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time