Tahun 2019, Dana Desa bagi Batola Lebih Besar Dibanding Tahun 2018

KEPALA Dinas PMD Barito Kuala (Batola) M Dahlan mengungkapkan, ada penambahan sekitar Rp 18 miliar bagi dana desa untuk Batola.

TAHUN ini, Rp 600 juta hingga Rp 800 juta diterima tiap desa, sementara pada 2019 nanti, dana desa yang diterima tiap desa berkisar antara Rp 700 juta hingga Rp 900 juta.

Diterimanya dana desa yang bervariasi, lanjutnya, tergantung dari luas wilayah, jumlah penduduk, kemiskinan, serta geografis desa itu, sehingga ada formula yang menentukan pembagian itu.

BACA : Dana Desa dengan Skema Padat Karya Agar Pendapatan Masyarakat Meningkat

“Di Batola ada desa yang penduduknya 20 ribu jiwa lebih, yakni Desa Semangat Dalam. Nantinya, ada kemungkinan pemekaran agar menjadi dua desa. Sedangkan jumlah desa yang ada saat ini di Batola sebanyak 195 desa,” bebernya.

Tahun ini, ungkapnya, ada tiga tahapan pencairan dana desa, yakni 20 persen, 40 persen dan 40 persen.

Menurutnya, secara konsep dana desa itu sama dengan Dana Alokasi Khusus (DAK), tetapi dana desa boleh memilih kegiatan dan tidak terbatas, misalnya untuk membangun infrastruktur, jembatan, MCK, gorong-gorong, dan lain-lain.

BACA JUGA : Sumber Dana Desa Besar, Kalsel Masih Kekurangan Tenaga Pendamping

“Menteri Kesehatan mengapresiasi dana desa di Batola, terutama yang menyangkut kesehatan. Sebab, dari dana desa itu dapat mendampingi bidang kesehatan sekitar 11,5 persen, misalnya dana desa untuk pengadaan perahu guna keadaan darurat membawa warga yang sakit, yang tempat tinggalnya jauh dari sarana kesehatan,” katanya.

Selain mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan, pihaknya juga mendapat prestasi pengelolaan keuangan dana desa terbaik se-Kalsel dari Menteri Keuangan. Hal ini karena yang mengelola dana desa seluruhnya sarjana, yang berjumlah 1.047 orang.

Pihaknya memberikan apresiasi bagi Desa Jejangkit Timur, sebab menjadi pilot project dalam pengelolaam dana desa, yakni membuat PDAM mini skala desa. “Rencananya, program ini akan kami patenkan ke LIPI,” ucapnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Andi Oktaviani