Dirgahayu

Berawal dari Ritual ‘Pengasihan’ dan ‘Penglaris’ di Malam Jumat, Ini Kronologi Pembunuhan Levie

HUBUNGAN tersangka, Herman (25 tahun) dengan Levie Prisilia (35 tahun) yang menjadi korban pembunuhan  hingga ditemukan di dalam mobil keluarga Suzuki Swift di Jalan Achmad Yani Km 11,800, Gambut, Kabupaten Banjar, Jumat (23/11/2018), layaknya seorang ‘guru’ dengan ‘murid’ spiritual, melalui perantara seseorang yang disebut seorang habib.

HAL ini terungkap usai pelaku Herman ditangkap dan dikorek keterangannya oleh polisi. Berdasar keterangan pers yang diungkap Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete di halaman Mapolsek Banjar, Sabtu (24/11/2018) pagi, berawal dari ritual pengasihan agar korban selalu disayangi sang suami, yang tinggal nun jauh di Palembang. Hajat lainya agar korban yang menggeluti bisnis bulu mata palsu bisa laris manis alias ritual penglaris.

BACA : Pembunuh Levie Prisillia Terungkap, Pelaku Ditangkap di Sungai Lulut

Dimulai pada Kamis (22/11/2018) sekira pukul 14.00 Wita, pelaku Herman menelpon korban untuk janjian menggelar ritual pengasihan dan penglaris di rumah korban di Jalan Achmad Yani Km 11,800 Aston Banua, Perumahan Royal Woodpark Nomor 01, Gambut Barat, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Satu jam kemudian, pukul 15.00 Wita, korban dan pelaku beriringan ke rumah korban, didampingi dua saksi Agus Jayadi dan Patmilawati. Selanjutnya, pelaku Herman menyuruh korban agar kedua saksi untuk membawa sang anak korban.

Lalu, pelaku pun diminta korban membeli peralatan ritual dengan uang Rp 300 ribu ke Pasar Kuripan Banjarmasin, termasuk kain behalai sebagai syarat upacara ritual.

BACA JUGA : Pantau Medsos, Herman Tersangka Pembunuh Levie Prisilia Didor Polisi

Usai shalat Isya atau di malam Jumat, sekitar pukul 20.00 Wita, korban menelpon pelaku untuk datang menggelar ritual. Namun, saat itu, pelaku tengah sibuk, baru bisa digelar ritual pukul 24.00 Wita. Ini setelah, keduanya sepakat dan menyuruh saksi Agus Jayadi membooking satu kamar di Hotel Aston Grand Banua. Ternyata, kamar hotel sudah penuh.

Lalu, korban menggunakan mobil Suzuki Swift mendatangi pelaku yang berada di counter ATM Hotel Aston Grand Banua. Pelaku pun masuk ke mobil korban, karena ada petugas sekuriti di tempat itu, korban mengajak pelaku berbicara di pinggir Jalan Achmad Yani Km 11,800, Gambut.

Korban mengatakan bisa menggelar ritual di dalam mobil. Selanjutnya, pelaku dengan sepeda motornya menggiring di belakang mobil. Hajat korban meminta pelaku bisa memuluskan bisnisnya lancar.

BACA LAGI : Levie Keluar Rumah Dinihari, Paginya Ditemukan Jadi Mayat dalam Mobil

Hingga pada Jumat (23/11/2018) dinihari, pukul 00.30 Wita, posisi mobil sudah berada di tepi jalan. Pelaku masuk ke dalam mobil melalui pintu belakang. Di dalam mobil, pelaku menyuruh korban mengubah posisi. Pelaku kemudian berada di depan bagian pengemudi, dan korban duduk di sebelah kiri.

Setelah itu, pelaku menjalankan ritualnya dengan membuat baju dari kain behalai. Caranya, membuat lobang seukuran kepala korban, kemudian mengikat kepala korban dengan potongan kain behalai itu.

BACA LAGI : Kapolres Banjar Pimpin Olah TKP, Korban Diketahui Bernama Levie Prisilia

Ternyata, korban ragu dengan keampuhan ritual pengasihan dan penglaris itu. Hingga berujung cekcok. Pelaku kemudian mendorong pipi kanan korban, dilawan korban dengan menarik rambut pelaku. Tak terima, pelaku kemudian mengambil gunting yang digunakan untuk memotong kain behalai. Gunting itu kemudian ditusukan ke arah perut korban.

Melihat perut korban mengeluarkan darah, pelaku langsung menurunkan ikat kepala korban hingga ke leher. Pelaku menekan leher korban dengan menggunakan dengan potongan kain behalai. Krak…terdengar bunyi sesuatu yang patah dari leher korban.

Tak puas, pelaku akhirnya menikam dengan gunting ke arah dada dan leher korban, hingga akhirnya korban tak berdaya lagi. Begitu korban telah tewas, pelaku kemudian mengambil cincin milik korban yang berada di jari manis korban.(jejakrekam)

 

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS