ACT

Hanya 53,75 Persen Tersasar, Imunisasi MR Dilanjutkan hingga Desember

0 204

GARA-gara tak memenuhi target, program imunisasi campak dan measles rubella (MR) yang harusnya berakhir pada Oktober lalu, kembali dilanjutkan. Faktanya, dari 176 ribu jiwa yang menjadi sasaran imunisasi MR, baru terealisasi hanya 53,75 persen selama tiga bulan, terhitung sejak Agustus, September dan Oktober 2018.

PELAKSANA Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Lukman Hakim mengatakan program imunisasi campak dan MR akan dilanjutkan hingga Desember 2018.

“Anak-anak yang jadi sasaran imunisasi MR tidak terpenuhi targetnya. Makanya, akhirnya diputuskan program imunisasi ini dilanjutkan hingga Desember 2018,” ucap Lukman Hakim kepada wartawan di DPRD Banjarmasin, Kamis (15/11/2018).

Menurut dia, gerakan imunisasi MR bagi anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun pada tahap pertama, sejak Agustus-September 2018 justru hasilnya tak signifikan. Kemudian, ditambah lagi satu bulan, hingga 30 Oktober 2018, ternyata tak memenuhi target.

“Selama tiga, pelaksanaan imunisasi MR, hanya 53,75 persen dari target anak-anak yang disasar sebanyak 176 ribu yang akan diimunisasi di Banjarmasin.

Lukman juga membandingkan dengan rendahnya capaian Banjarmasin. Padahal, menurut dia, target nasional gerakan imunisasi MR seharusnya bisa mencapai 85 persen pada Oktober 2018 lalu.

“Atas kondisi ini, makanya gerakan imunisasi MR dilanjutkan lagi hingga akhir tahun 2018. Ini merupakan perintah dari Kementerian Kesehatan RI, bagi daerah yang belum memenuhi target nasional pada akhir Oktober 2018 lalu,” tutur Lukman.

Ia mengungkapkan pada pekan lalu, telah ada pertemuan secara nasional tentang hasil imunisasi MR di Yogyakarta. Hasil dari pertemuan, kemudian dievaluasi soal capaian pelaksanaan imunisasi MR selama tiga bulan di berbagai daerah, termasuk Banjarmasin.

“Ya, semua dikaji secara akademis mengapa target bisa tak tercapai di masingmasing daerah. Ada teorinya soal itu. Kemudian, muncullah kebijakan untuk meneruskan imunisasi MR, termasuk di Banjarmasin yang dianggap belum merata,” tutur Lukman.

Ia memastikan program imunisasi MR tak akan berhenti, bahkan akan terus dilaksanakan tiap tahun. Karena gratis, sebagai leading sector, Lukman mengatakan Dinkes Banjarmasin terus menyosialisasikan ke sekolah, termasuk kepada para orangtua.

“Kalau yang biasa, bisa diimunisasi di puskesmas atau posyandu. Makanya, kami juga menangkap keinginan para orangtua dan sekolah yang ingin anak-anaknya diimunisasi,” cetusnya.

Namun, Lukman mengakui belum ditemukan kasus anak yang terjangkit virus MR atau campak Jerman di Banjarmasin. Lukman beralasan pentingnya menyuntikkan vaksin MR buatan India ini demi mencegah virus yang bisa membuat anak lumpuh hingga mengalami kematian.

“Jadi, imunisasi MR ini merupakan bentuk pencegahan. Jangan sampai, ada kasus baru dilakukan imunisasi,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.