Sawah HPS Jejangkit Diserang Tikus, Senjata Penyemprot Rakitan Diturunkan

BENIH-benih padi yang disemai, kini mulai menghijau. Sebagian lagi, sudah menguning dan siap dipanen di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola). Areal persawahan yang telah disulap menjadi produktif, ternyata kini menjadi sasaran para hama.

HAMPIR dua pekan lebih, sejak puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 di Desa Jejangkit Muara pada akhir Oktober 2018 lalu, serangan hama tikus di areal sawah yang dibuat makin merajalela. Bulir-bulir padi, berikut batang padi pun diserang tikus.

“Memang, banyak tikus yang menyerang padi-padi yang ditanam di areal HPS ini. Kami pun menerjunkan petugas untuk membasmi hama tikus ini. Metode umpan tikus beracun berupa petrokum seperti pengasapan kami lakukan di sini,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Suparno kepada jejakrekam.com, Sabtu (10/11/2018).

Ia mengungkapkan metode pembasmian hama tikus dengan pengasapan. Dengan alat berbentuk senjata rakitan yang dibuat dari Nagara, Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), disemprotkan ke lobang-lobang yang menjadi sarang tikus.

“Di samping membasmi hama tikus, kami juga melakukan penyiangan rumput yang tumbuh liar di sela-sela tanaman padi di sawah HPS ini,” kata Suparno.

Ia berharap selama dua hari melakukan pembasmian tikus, bisa efektif sehingga padi-padi yang sudah menghijau, dan sebagian lagi siap panen tidak menjadi mangsa para hama tersebut.

Menariknya, seperti awal pembangunan areal persawahan, penanaman padi hingga telah menjadi sawah produktif, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pun kembali menerjunkan para pejabat dan staf di lingkungan pemerintah provinsi kembali ke Desa Jejangkit. Bahkan, Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie pun turun ke sawah, mencari sarang hama untuk disemprotkan asap yang mematikan bagi tikus itu.

Menurut Suparno, lahan yang disiapkan untuk peringatan HPS sudah bisa menghasilkan padi siap panen. “Dalam satu hektare bisa menghasilkan 4 ton gabah. Hasilnya, akan kami serahkan kepada warga yang menggarapnya,” imbuhnya.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...