Ironis, Sampah Sisa HPS Masih Berhamburan di Perkantoran Pemprov

SUDAH dua pekan berlalu, puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Kalimantan Selatan yang berlangsung pada 18-21 Oktober 2018, masih menyisakan masalah. Ada tiga lokasi perhelatan akbar HPS ke-38, yakni di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala dan halaman Kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, plus Siring Tendean Banjarmasin.

AWALNYA direncanakan bakal dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun batal. Hingga akhirnya, hanya diutus pejabat pemerintah pusat, pimpina DPR dan DPD RI, serta perwakilan negara-negara sahabat, saat puncak peringatan HPS.

Direktur Eksekutf Lingkaran Kajian dan Studi Hukum Sumber Daya Alam (Laksi Husda) M Deddy Permana justru mengeritik sudah dua pekan lebih berlalu, sisa peringatan puncak HPS masih menyisakan sampah-sampah yang berhamburan di halaman perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.

“Ini jelas, sampah-sampah ini membuktikan tak ada kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan. Padahal, sejatinya peringatan HPS itu menjadi contoh bagi kita untuk membuat makhluk hidup, utamanya manusia untuk bisa menjaga lingkungan dan menumbuh kembangkan,” kata Deddy Permana kepada jejakrekam.com, Selasa (6/11/2018).

Aktivis muda ini menyarankan agar kegiatan HPS dilaksanakan secara intensif di kemudian hari, bisa memberi warna yang berbeda. Terutama, pesan-pesan untuk menjaga ekosistem lingkungan lebih mengena.

“Bagaimana pun, esensi HPS adalah agar lahan pertanian dan lingkungan kita terjadi keseimbangan dengan baik,” kata mahasiswa S2 Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini.

Menurut Deddy, sebagai kritikan bagi pemerintah adalah bukti sampah masih berhamburan di halaman Kompleks Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru. “Sampai siang tadi, saya berada di sana. Ternyata, sampah-sampah sisa HPS masih berhamburan,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...