Dicap Peduli Lingkungan Hidup, Poros Hijau Kalsel Dukung Jokowi Dua Periode

PARA aktivis lingkungan Banua yang tergabung dalam Poros Hijau Indonesia (PHI) Kalimantan Selatan menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo. Untuk melaju menuju periode kedua pada pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang.

DEKLARASI dukungan disampaikan seusai diskusi dengan tajuk ‘Perspektif Pembangunan dan Upaya Penyelamatan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan serta Berkelanjutan, Berkarakter Pemberdayaan Sumberdaya Lokal’ di Moonlight Cafe Banjarbaru, Selasa (5/11) sore.

Dalam deklarasi yang dibacakan aktivis lingkungan Murjani, PHI Kalimantan Selatan menyampaikan alasan mengapa mereka menyatakan dukungan kepada Capres nomor 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Menurutnya, capres Petahana diharapkan mampu memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam yang beranekaragam dan tanah yang subur semata-mata untuk kemakmuran rakyat.

“Indonesia diberi karunia laut yang makmur, lautan yang luas, serta berbagai hasil bumi yang menjadi pesona ke seluruh dunia. Karena kekayaan alam tersebut, hendaknya menjadi penopang yang kokoh bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” ucap Murjani.

Murjani berharap kekayaan alam dikelola secara lestari untuk memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia.”Pengelolaan kekayaan alam secara lestari dengan pembangunan ekonomi secara berkelanjutan harus menjadi keping mata uang yang tak terpisahkan. Lingkungan hidup yang nyaman bagi warga negara sejatinya ditopang oleh praktik ekonomi ramah lingkungan,” tutur Murjani dalam deklerasinya.

Lebih lanjut, PHI Kalsel juga menginginkan rakyat memilih Capres – cawapres yang berpihak pada nilai-nilai pengelolaan hidup yang berkelanjutan untuk mencapai kesejahteraan sosial. “Pasangan capres cawapres Jokowi-KMA dalam visi no III dengan jelas mencantumkan ‘terwujudnya lingkungan hidup yang berkelanjutan’, nilai ini selaras dengan misi,cita-cita serta harapan poros hijau indonesia,” tutup Murjani.

Direktorat Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KMA, Maman Imanulhaq menyambut baik dukungan PHI Kalsel. Bukan tanpa alasan, aktivis lingkungan dianggapnya sudah sevisi dengan capres-cawapres yang mereka usung.

“Tugas PHI untuk menyosialisasikan keberhasilan era pemerintahan Jokowi dibidang lingkungan hidup. Ambil contoh, terbitnya keputusan presiden tentang Badan Restorasi Gambut,” ucap Maman Imanulhaq kepada sejumlah wartawan.

Tak cuma persoalan politik, gerakan ini juga bertugas menginventarisasi persoalan-persoalan yang ada di daerah lanjutnya, Kalimantan Selatan salah satu provinsi yang berhadapan dengan persoalan pertambangan. “Masukan dari relawan akan disampaikan langsung kepada Capres Jokowi-KMA dan memberikan solusi dan kebijakan yang sesuai dengan visi kita yakni pembangunan berkelanjutan,” terangnya.

Yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan, Maman menjelaskan pembangunan mesti memenuhi prinsip berwawasan lingkungan untuk generasi yang akan mendatang. “Kerusakan lingkungan yang telah terjadi menjadi skala prioritas bagi kami untuk tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang. Utamanya di Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Ketika disinggung persoalan Pegunungan Meratus, Maman berargumen Poros Hijau sendiri baru dideklerasikan di Kalimantan Selatan. Walhasil, mereka mesti melakukan kajian terlebih dahulu sebelum menyimpulkan sikap.

“Jokowi berpegang teguh dengan UUD 45 pasal 33 yang mengamanatkan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’,” pungkasnya. (jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Fahriza
Anda mungkin juga berminat
Loading...