Ramai Kendaraan Besar dan Kecil, Jalan Trikora Minim Penerangan Jalan Umum

SEJAK dicetus menjadi rute alternatif, Jalan Trikora, Banjarbaru, boleh dikata sering membahayakan pengguna kendaraan bermotor. Alasannya, penerangan jalan umum (PJU) untuk akses pengganti ruas utama Jalan Ahmad Yani ini, masih terhitung secuil. 

PANTAUAN jejakrekam.com di lapangan, ancaman bahaya ditambah lagi dengan berseliwerannya angkutan berat saat malam hari. “Sudah gelap, banyak angkutan skala besar. Beberapa bagian ruas juga rusak. Jelas kami was-was kalau melihat pengendara berlalu-lalang,” beber Abdul Manan, pedagang di Jalan Trikora, (22/10/2018).

Dirinya mengaku sadar, ungsi Jalan Trikora memang sejak dulu memang diperuntukan sebagai ruas alternatif. Namun, bukan berarti pemerintah ujug-ujug cuma memberikan sedikit perhatiannya.

Abdul berharap baik Pemkot Banjarbaru maupun Pemprov Kalsel segera mencari jalan keluar terkait minimnya penerangan jalan ini. “Jangan setengah-setengah kalau membantu masyarakat. Terutama para anggota dewan,” cetusnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru Emi Lasari mengungkapkan, sebelumnya sudah menyampaikan hal itu ke Pemprov Kalsel terkait jalan keluar pemasangan PJU Trikora. “Komisi III DPRD Kalsel sudah dua kali menyambangi DPRD Kalsel, karena posisi jalan milik pemprov,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Menurut Emi, kepadatan kendaraan bermotor Jalan Trikora sudah kelewat tinggi. Makanya para legislator Komisi III DPRD Banjarbaru tergerak untuk bolak-balik menyentil pemprov untuk segera menangani masalah penerangan jalan.

“Pengguna Jalan Trikora bukan cuma masyarakat Banjarbaru, hanya saja posisinya saja di kota ini. Status jalan milik provinsi, harusnya sudah ada solusi, biar masyarakat tidak dirugikan. Ini namanya kita lempar-lemparan kewenangan,” cetusnya.

Kepala Seksi (Kasi) Keselamatan Sarpras Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kalsel Farid memberikan titik terang terkait problem PJU Trikora. Mengacu program perhubungan, dirinya mengatakan tahun 2018 ada sebanyak 45 titik Jalan Trikora yang bakal dipasangi lampu penerangan.

“Lokasinya tersebar. Awalnya dari Masjid Agung Al Munawwarah. Setelah itu kami lihat-lihat dulu titik mana saja yang rawan dengan kecelakaan lalu lintas. Kami melihat prioritas untuk keselamatan pengguna jalan terlebih dahulu,” beber Farid.

Diakuinya, sebelumnya memang tak ada pemasangan lampu penerangan dari Pemprov Kalsel. Kalaupun ada, beberapa PJU datang dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Banjarbaru atau program CSR PT PLN.

Lantas, kapan PJU Trikora benar-benar terealisasi? Farid memastikan akhir November sudah mulai pemasangan. “Ini masih merangkai pondasi. Mohon maaf agak terlambat, karena kami baru saja mendapatkan pemenang lelang untuk pengerjaannya,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Donny Muslim
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...