Pemenuhan Nutrisi bagi Balita dan Anak-anak Terdampak Gempa

GEMPA bumi pada 29 Juli 2018 melumpuhkan aktivitas masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain korban meninggal dunia dan luka-luka, musibah itu juga menyebabkan ribuan rumah rusak berat maupun ringan.

ASUPAN gizi bayi dan anak di kamp pengungsian korban gempa NTB membutuhkan perhatian lebih. Meskipun dalam kondisi darurat, makanan yang diasup bayi harus higenis.

Habibah Nurhayati relawan kemanusiaan aksi Cepat Tanggap (ACT) Posko Jenggala menuturkan, kondisi balita di pengungsian sebagian mengalami malnutrisi.

“Ambil contoh kebutuhan air bersih yang terhenti karena sumber air bersih rusak akibat gempa,” ucap Habibah.

Ia mengatakan, ACT menyuplai makanan penambah nutrisi untuk balita dan anak-anak sebanyak 100 porsi per hari per desa.

Koordinator Posko Jenggala Ading menuturkan, pihaknya telah memberikan penyuluhan tentang makanan untuk nutrisi balita dan pemberian pemberian tambahan nutrisi pada bayi di pengungsian.

Yang paling penting, lanjutnya, kebutuhan air bersih untuk warga korban gempa.

“Nyaris semua warga masih mengungsi, karena rata-rata rumah warga rusak tidak bisa ditempati. Kalau pun mereka bertahan di rumahnya, paling tidak sampai 10 persen,” beber Ading.

Pihaknya juga menyalurkan donasi guna membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengah dan Lombok, melalui BNI Syariah Nomor Rekening 8800000490 atas nama Aksi Cepat Tanggap.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...