ACT

Pemilih yang Tak Tercover di DPT, Silakan Daftar ke TPS

0 233

PUSAT-pusat keramaian publik menjadi incaran KPU Kalimantan Selatan untuk terus mengedukasi warga, terutama yang memiliki hak pilih di Pemilu 2019. Mereka diharapkan bisa aktif menggunakan hak suaranya dalam memilih parpol dan calon wakil rakyat, termasuk calon presiden-wakil presiden di pemilu nanti.

KETUA KPU Provinsi Kalimantan Selatan Edy Ariansyah mengatakan edukasi pemilu sangat penting bagi masyarakat, sehingga bisa mengetahui proses dari semua tahapan pemilu hingga puncaknya pada hari pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019 nanti.

“Kami sengaja memusatkan pada episentrum keramaian publik, seperti di tempat wisata dan pasar yang menjadi wadah berkumpulnya masyarakat. Termasuk di kawasan siring Menara Pandang, Jalan Piere Tendean ini,” kata Ketua KPU Kalsel Edy Ariansyah kepada wartawan, Minggu (21/10/2018).

Menurut dia, saat hari libur seperti di kawasan tepian Sungai Martapura, warga banyak berkumpul menikmati akhir pekan.

“Warga diberikan sosialisasi berbagai hal terkait kepemiluan. Terutama mengenali daftar calon peserta pemilu pada 17 April 2019, baik calon presiden dan wakil presiden, anggota DPD, anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota,” ucap mantan Ketua Panwaslu Banjar ini.

Tak hanya itu, Edy menerangkan KPU Kalsel juga menggandeng instansi terkait dengan membuka layanan kesehatan gratis, serta memastikan para pemilih tetap sehat.

“Dalam wisata edukasi pemilu ini, kami juga membuka posko gerakan melindungi hak pilih dalam Pemilu 2019. Yakni, dengan memberikan akses untuk mengecek apakah nama-namanya belum atau sudah terdaftar sebagai pemilih tetap,” papar mantan staf ahli Bawaslu RI ini.

Dia mencontohkan, bagi warga yang belum terdaftar sebagai pemilih, maka akan diberikan formulir berisi masukan dan tanggapan masyarakat. “Mereka bisa mengisi formulir sehingga nantinya akan diproses dan didaftar sebagai pemilih,” kata Edy.

Ia memastikan KPU Kalsel juga berencana akan menyasar beberapa tempat yang potensial tertinggalnya pemilih. Seperti daerah tempat bekerja yang aksesnya sulit, ambil contoh di kawasan pertambangan, tempat disabilitas dan lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Layanan yang diberikan KPU ini sebagai bentuk melindungi hak pilih warga. Terutama, bag mereka yang tak bisa meninggalkan lokasi atau tempat kerjanya,” kata Edy.

Apa yang dinyatakan Edy ternyata benar. Khoirul, warga Jalan Purnasakti, Banjarmasin Barat ini mengaku tidak terdaftar baik dalam daftar pemilih sementara (DPS) hingga ditetapkan di daftar pemilih tetap (DPT).

“Saya sudah mengecek nama saya di lokasi yang dipasang pengumuman DPT. Ternyata, nama saya tidak ada. Kemungkinan, waktu petugas partalih datang ke rumah, saya tak berada di tempat,” kata Khoirul.

Dari keterangan petugas di posko yang dibuka KPU Kalsel di Menara Pandang, Khoirul baru mengetahui jika dirinya diarahkan untuk segera mendaftarkan diri ke tempat pemungutan suara (TPS) yang mengakomodir hak suaranya.

“Saya juga sudah mengenal semua calon peserta Pemilu 2019. Saya lihat sosialisasi dilakukan KPU Kalsel semacam cukup efektif, seperti saya baru tahu bagaimana prosesnya,” tutur Khoirul.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.