Cerita Syahdu Idul Adha 1439 H bagi Pengungsi Gempa Lombok

IDUL Adha 1439 H/22 Agustus 2018 lalu, memjadi hari raya yang tidak terlupakan bagi warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

PASALNYA, warga Lombok masih trauma akibat guncangan gempa yang bertubi-tubi. Namun, warga yang mengungsi tetap merayakan Idul Adha dengan khidmat.

Ketua posko induk Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pusat, mengaku terharu mengingat ketulusan pengungsi pada perayaan Idul Adha itu.

“Biasanya harga sapi mencapai Rp 12 juta hingga Rp 15 juta per ekor. Namun, pengungsi yang menjadi pedagang sapi rela menurunkan harganya hingga Rp 9 juta per ekor,” katanya.

Diungkapkannya, ACT menyalurkan sekitar 60 ekor sapi per kecamatan, termasuk di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

“Kecamatan Bayan juga kebagian 60 ekor sapi, dan Gangga mendapatkan 70 sapi untuk dipotong dan dagingnya dibagikan ke pengungsi,” beber Sutaryo.

Relawan dan pengungsi, lanjutnya, kewalahan untuk memotong hewan kurban, mengingat banyaknya hewan kurban yang tersedia.

Diungkapkannya, hewan kurban sebagian besar dibeli dari pengungsi gempa, dan sebagian didatangkan dari daerah tetangga, misalnya dari Sumbawa dan sekitarnya.

“Untuk mendatangkan sapi dari Sumbawa lumayan susah, karena harus mengurus perizinan dan melewati proses karantina,” pungkas Sutaryo.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...