Atasi Kebutuhan Air Bersih di Lombok, Tim ACT Membuat Sumur Bor

AIR bersih masih menjadi barang langka dan sangat berharga bagi para pengungsi korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggaa Barat. Untuk mendapatkan sumber mata air harus berjuang dengan menaiki lereng dengan medan yang cukup terjal.

“ADA yang hampir satu minggu tidak mandi. Ini karena sumber mata air yang biasa digunakan masyarakat tertimbun longsoran tanah,” kata Fuad Al Amin salah satu relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kepada jejakrekam.com.

Pria yang berasal dari Kabupaten Tanah Laut Kalsel ini mengatakan, hal ini diperparah dengan kondisi  tidak adanya hujan sehingga para pengungsi makin kesulitan dalam mendapatkan air bersih.”Jalan ke sumber mata air di lereng pegunungan cukup terjal karena masih jalan berbatu. Mobil pick-up yang mengangkut air kerap kali kesulitan menaiki jalan tersebut,” jelas Fuad.

Bahkan, sebut dia, pihaknya sempat mengalami insiden dimana tandon pengangkut air terjatuh “Biasanya dalam satu pick up ukuran tandon yang kami bawa 3000 liter. Total ada 9 mobil angkutan yang setiap hari menyuplai air bersih ke warga di pengungsian,” papar Fuad.

Hal senada disampaikan Ading. Koordinatror Posko Jenggala ini menjelaskan kebutuhan utama pengungisi dalam proses recovery ini adalah air bersih. “ada 9 kecamatan mengalami kekeringan, pipa yang menyuplai air bersih terkena longsor dan mata air ambles terkena gempa,” ucap Ading.

Oleh karena itu, lanjutnya, Tim Aksi Cepat Tanggap membuat sumur bor untuk menyuplai air bersih kepada warga yang masih mengungsi. ”Namun sayangnya, kapasitas sumur bor masih belum bisa sepenuhnya menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga di pengungsian,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Husaini
Editor Fahriza
Anda mungkin juga berminat
Loading...