Dirgahayu

Suriansyah, Atlet Pararenang Batola Sumbang Medali Perunggu bagi Indonesia

PUNDI medali bagi Indonesia kembali bertambah dan disumbang atlet paralympic asal Kalimantan Selatan.  Suriansyah, warga Bakumpai, Marabahan, Barito Kuala, berhasil menyabet medali perunggu dari cabang olahraga renang di Asian Paragames 2018 di Jakarta.

SURIANSYAH yang akrab dipanggil Isur, bersama tiga rekannya Steven Sualang Tangkilisan, Jendi Pangabean, dan Guntur sukses merebut medali perunggu nomor 4×100 meter medley relay 34 poin Asian Paragames 2018, Kamis (11/10/2018) malam.

“Alhamdulillah, Isur  berhasil mengharumkan nama Barito Kuala. Dan, apa yang diinginkan Isur tercapai karena ini berkat kerja kerasnya,” ujar Nasrullah, warga Barito Kuala  yang merupakan sohib Suriansyah kepada wartawan di Banjarmasin..

Dosen sosiologi dan antropologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini mengungkapkan beberapa bulan sebelum Asian Para Games berlangsung, Suriansyah sangat serius berlatih. Dia ingin mempersembahkan hal terbaik bagi Kontingen Indonesia.

“Isur berprestasi karena fokus berlatih. Dia jauh dari berita media massa dan cenderung tidak banyak yang meliput. Padahal, mungkin banyak prestasinya yang telah dicapai. Sekarang terbukti mendapat medali perunggu,” beber Nasrullah.

Dosen muda ini mengatakan sebagai warga Batola, tentu bangga dengan prestasi yang diraih Isur. Ia pun berharap agar Pemprov Kalsel dan Pemkab Batola memberi perhatian bagi para atlet berprestasi dari kalangan difabel. “Ya, sama dengan para atlet yang tak memiliki keterbatasan fisik,” kata Nasrullah.

Sebab, beber Nasrullah, apa yang ditorehkan Suriansyah jelas membawa harum nama Kalsel dan Batola. “Jadi, wajar Isur mendapat perhatian  dan penghargaan dari pemerintah daerah,” ucapnya.

Wakil Bupati Batola, Rahmadian Noor pun mengaku bangga kepada Suriansyah, usai meraih medali perunggu di Asian Para Games, bersaing dengan atlet dari negara-negara lainnya.

“Kami sangat bangga ada putra Batola yang berprestasi di kancah intenasional. Apalagi, mengharumkan nama bangsa, bukan hanya daerah,” tegas Rahmadian Noor.

Ketua DPD Partai Golkar Batola ini berharap medali perunggu yang didapat bisa jadi penyemangat bagi atlet lainnya. “Kita berharap medali yang diraih Suriansyah bisa memotivasi atlet lainnya di daerah. Jadi, olahraga prestasi terus berkembang,” imbuh Rahmadian Noor.

Sekadar informasi, Suriansyah dalam ajang Asian Para Games 2018, masuk dalam tim estafet pararenang Indonesia. Bersama Isur, ada tiga rekannya yakni Steven Sualang Tangkilisan, Jendi Pangabean, dan Guntur. Mereka menyelesaikan lomba di babak final dari lane 6 dengan catatan waktu 4 menit 49,37 detik.

Atlet pararenang ini berhasil finish di posisi ketiga. Isur dan rekan-rekannya harus mengakui penyabet medali emas dari tim China dengan catatan 4 menit 34,55 detik), serta  tim Jepang membukukan waktu 4 menit 38,87 detik, dan menjadi perebut medali perak.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS