Dirgahayu

Sepakat, Dinas PUPR Kalsel-Pemkot Banjarmasin Bangun Tiga Jembatan Baru

MACET tahunan sudah dirasakan warga Sungai Lulut dan sekitarnya saat melintas di Jembatan Sungai Gardu, serta jembatan lainnya. Padahal, jembatan itu menjadi satu-satu akses penghubung Jalan Veteran, Banjarmasin hingga Jalan Martapura Lama, Kabupaten Banjar.

MENJAWAB keluhan itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel dan Pemkot Banjarmasin melalui Dinas PUPR Bidang Cipta Karya dan Pemukiman sepakat untuk segera membangun jembatan dan memperlebar Jalan Veteran ke arah Sungai Lulut dan Sungai Tabuk.

Jembatan Sungai Gardu dan dua jembatan di Sungai Lulut akan segera dibangun. Sebelum merealisasikan itu, para pejabat Dinas PUPR Kalsel dan Dinas PUPR Banjarmasin meninjau lokasi.

Tahap awal peninjauan lokasi untuk merencanakan pembangunan sekaligus mereview kembali desain jembatan dan jalan sesuai perkembangan dan fakta baru di lapangan.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel Yasir Toyip mengungkapkan  pembangunan tiga jembatan berikut pelebaran jalan yang direncanakan baru bisa terealisasi pada 2019.

Bersama Kepala Bidang Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, HM Rustam dan perwakilan Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kota Banjarmasin, Muhammad Rusni dan Lurah Sungai Lulut Umar Rahmani beserta tim pembebasan lainnya, mengecek langsung kondisi di lapangan.

“Jadi, tahap awal untuk melakukan perbaikan desain dengan mengecek lokasi yang ada di lapangan,” ucap Yasir Toyip kepada wartawan, Rabu (10/10/2018).

Sementara itu, Muhammad Rusni dari Dinas Cipta Karya dan Perumahan Banjarmasin mengakui masa penggarapan pelebaran jalan berikut pembangunan tiga jembatan akan dimulai pada 2019. “Tahun depan masih dalam perencanaan untuk pembebasan lahan. Cepat atau tidaknya pembangunan, tergantung hasil negosiasi (pembebasan lahan) di lapangan,” kata Rusni.

Ia mengungkapkan dari hasil survei di lapangan, pelebaran jembatan di Sungai Gardu dari perbatasan Kelurahan Pangambangan dan Sungai Lulut sebanyak 23 rumah. Kemudian pada dua jembatan di Sungai Lulut, terdata 20 rumah yang harus dibebaskan.

“Saat ini, kami masih menyosialisasikan dengan harapan bisa berkoordinasi dengan baik dan pelaksanaan pembangunan lancar dan aman,” katanya.

Lurah Sungai Lulut Umar Rahmani menyambut gembira rencana pembangunan jembatan dan pelebaran jalan. Meski diawali survei, Umar Rahmani tetap berharap pembebasan lokasi pelebaran jalan dan oprit jembatan bisa segera dilakukan.

“Sebab, warga selama ini sering mengeluhkan kemacetan yang terjadi di jembatan ini. Ini mengingat ada tiga jembatan yang rawan macet, berada di perbatasan Banjarmasin dan Kabupaten Banjar,” kata Umar Rahmani.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi GS