Dirgahayu

Himpun Tandatangan, Pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru Bikin Petisi Penolakan

AKSI penolakan untuk direlokasi ke Jalan RO Ulin, diwujudkan sekitar 500 pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru dengan menandatangani petisi. Rencananya, petisi ini akan dikirim ke DPRD Banjarbaru sebagai sikap tegas para pedagang menolak rencana itu.

TERCATAT, sedikitnya ada 600 pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru yang akan masuk dalam program pemindahan tempat berjualan ke lokasi baru. Rencana yang sudah digagas bergulir sejak 2016 dan 2017 itu. Dicanangkan lokasi baru itu berada di Stadion Mini Gawi Sabarataan Haji Idak, Jalan RO Ulin, demi memindah para pedagang Pasar Bauntung yang akan segera disulap menjadi pasar modern.

Para pedagang yang memprotes sudah berdialog dengan Komisi II DPRD Banjarbaru, pada senin (8/10/2018). Sebagai tindaklanjut itu, para pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru pun mulai merapatkan barisan.

Mereka menggulirkan petisi penolakan sejak Kamis (11/10/2018) pagi. Beredar dari satu pedagang ke pedagang lainnya untuk menolak dipindah ke Jalan RO Ulin.

Ahmad Khairiani, salah seorang pedagang di Blok M Pasar Bautung, ia bersama para pedagang lainnya berhasil menghimpun tanda tangan penolakan.

“Dari semua blok di Pasar Bauntung ini sudah ada sekitar 500 tanda tangan pedagang yang menyatakan menolak relokasi,” ucap Khairiani kepada wartawan di Banjarbaru, Kamis (11/10/2018).

Ia menyatakan, tandatangan para pedagang ini sengaja dihimpun lsebagai bukti bahwa mereka memang tidak setuju rencana relokasi. Menurut Khairiani, sepatutnya pemerintah kota seharusnya punya konsep yang jelas dan tidak merugikan pedagang dalam rencana relokasi.

“Mengapa kami akan dipindah ke tempat yang jauh dan sepi. Kami siap berdagang di mana saja, tetapi tentu yang mudah dijangkau para pembeli,” kata Khairiani.

Ia mengaku sudah mengadakan ‘survei’ dan jajak pendapat kepada para pedagang dan pembeli, terhadap lokasi pasar baru di RO Ulin itu. “Kami sudah tanya sebagian pembeli apakah mereka akan ke sana kalau kami pindah ? Jawabnya mereka justru akan memilih berbelanja pasar lain, seperti ke Pasar Martapura,” jelas Khairiani.

Pedagang lainnya di Blok A Nomor 18 Pasar Bauntung, Mursid mengatakan, pihaknya tidak tahu alasan secara jelas rencana relokasi. Namun, beber dia, pada saat rapat tertutup dengan Komisi II DPRD dan Disperindag Banjarbaru tidak dijelaskan akan dibangun apa di lokasi yang ditinggalkan.

“Mereka tidak dapat menjelaskan akan dibangun apa, sehingga para pedagang direlokasi ke tempat lain,” ujarnya.

Terkait dengan bergulirnya petsi yang telah diteken para pedagang, Mursid memastikan akan dibawa ke DPRD Banjarbaru.  Ia menegaskan para pedagang akan menunjukkan kepada wakil rakyat di DPRD, bahwa rakyatnya atau warganya menolak relokasi.

“Nah, kami ingin tahu apakah wakil kami di DPRD mewakili rakyat atau hanya kepanjangan tangan pemerintah saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Banjarbaru asal PAN, Emi Lasari memastikan akan mendukung para pedagang. Menurutnya, pemerintah kota terlebih dulu harus mendengarkan suara para pedagang yang akan direlokasi.

“Kami minta Pemkot Banjarbaru secara transparan dan masuk akal, mengungkap alasan mengapa mereka direlokasi.  Ini merupakan syarat mutlak dalam menjalankan rencana,” kata Emi.(jejakrekam)

 

Penulis Syahminan