Jembatan Sungai Alalak Mulai Dibangun, Rekayasa Lalu Lintas Bakal Diberlakukan

JIKA proyek pembangunan Jembatan Sungai Alalak dengan konsep cable stayed (jembatan kabel pancang) akan dimulai, bagaimana dengan akses masuk dan keluar Kota Banjarmasin? Akses satu-satunya penghubung Kabupaten Batola-Banjarmasin, melalui Jembatan Handil Bakti menuju Tembus Perumas, Kelurahan Alalak Utara.

KONDISI ruas jalan yang tak lebar,  kemacetan sering terjadi di kawasan itu. Apalagi, ketika pada jam-jam sibuk, saat dari arah Handil Bakti, menuju ke Jalan Tembus Perumas yang terakses ke Jalan Brigjen H Hasan Basry.

Apakah sudah disusun rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi jika nantinya Jembatan Sungai Alalak lama dibongkar, dan diganti dengan pembangunan jembatan baru.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik membeberkan memang pelaksana proyek, hingga belum berembuk dengan pihaknya terkait mekanisme rekayasa lalu lintas.

“Mengenai penutupan jalan nanti akan diatur oleh pelaksana proyek dan Dishub Kota Banjarmasin. Kami sendiri belum tahu lagi soal ini karena masih menunggu pemberitahuan dari pelaksana proyek,” ucap Ichwan Noor Chalik saat dikontak jejakrekam.com, Minggu (7/10/2018).

Sekadar diketahui, Jembatan Alalak bakal diubah dengan konsep cable stayed (jembatan kabel pancang) dengan anggaran Rp 290 Miliar. Terbilang unik, gara-gara konsep  satu ini baru beberapa diterapkan di Indonesia. Ambil contoh, Jembatan Suramadu, Jawa Timur dan Jembatan Pasupati, Jawa Barat. Target penyelesaiannya sendiri selesai pada tahun 2020 mendatang dengan skema tahun jamak alias multiyears.(jejakrekam)

 

Penulis Donny Muslim
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...