Pagi Hari Kabut Asap Masih Tebal, Warga Berdoa Hujan Segera Turun

KABUT asap masih menyelimuti kota Banjarmasin di pagi hari. Di pusat kota, ketebalan asap akibat pembakaran hutan dan lahan masih terasa di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (6/10/2018).

ASAP yang dihembuskan angin dari pusat kebakaran lahan terbuka seperti di Liang Anggang, Gambut, dan lainnya, juga menyerbu kota Banjarmasin. Terlihat di ruas Jalan Pangeran Samudera, Jalan Lambung Mangkurat, hingga ke arah perbatasan Banjarmasin-Handil Bakti, asap cukup tebal dan berbau menyengat sangat terasa.

Meski di papan pengukur udara yang terletak di Jalan Lambung Mangkurat, kawasan hutan kota Korem 101/Antasari, masih menunjukkan angka baik, namun warga kota tetap khawatir.

“Kami tetap khawatir membawa anak pagi-pagi. Khususnya, saat mengantarkan anak ke sekolah. Jadi, cara aman ya pakai masker,” ucap Wahidah, warga Banjarmasin kepada jejakrekam.com, Sabtu (6/10/2018).

Adanya kabut asap ini ternyata juga berkelindan dengan meningkatnya permintaan penjualan masker. Yadi, salah satu pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Sudimampir Raya, mengaku banyak yang membeli masker di kiosnya.

“Sebagian memang banyak yang beli masker, dibandingkan ikat pinggang atau topi. Memang, ada kenaikan pembelian masker sejak kabut asap ada di Banjarmasin,” kata Yadi.

Ifan, pedagang jam tangan di Pasar Sudimampir pun mengaku terpaksa harus mengenakan masker, saat pagi hari ketika kabut asap masih tebal. “Baunnya sangat mengganggu. Apalagi, kalau mengidap asma, tentu akan tambah parah,” kata Ifan.

Ia mengaku sudah beberapa hari mengalami batuk, usai menghirup udara yang tak sehat akibat kabut asap. “Semoga, dalam beberapa hari ini, hujan turun lebat, sehingga kabut asap akan berkurang, bahkan menghilang,” tuturnya.

Ifan mengakui beberapa hari ini sudah turun hujan di Banjarmasin, meski intensitasnya tak terlalu tinggi. “Ya, setidaknya bisa mengusir kabut asap, terutama di pagi hari. Kalau sudah siang hari, agak berkurang dibandingkan pada pagi hari,” kata Ifan.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor DidI GS