Katib Syuriah NU Kalsel Minta Masalah Bencana Jangan Dipolitisasi

BENCANA alam yang menimpa Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Jumat (28/9/2018), menimbuilkan korban jiwa dan kerusakan yang tak sedikit.  Ungkapan duka cita menggalir, begitu pula bantuan kepada para korban yang terdampak di Provinsi Sulawesi Tengah.

KATIB Syuriah PWNU Kalsel HM Syarbani Haira mengakui ada segelintir kelompok yang gemar mempolitasi bencana alam, hingga merembet ke stigma negatif kepada pemerintah.

“Ya, ada kelompok yang iri dan cemburu yang mempunyai hasrat untuk berkuasa lalu mempolitasi bencana alam,” ucap HM Syarbani Haira kepada jejakrekam.com, usai prosesi pelantikan pengurus PWNU Kalsel masa khidmat 2018-2023 di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Senin (1/10/2018).

“Hal ini tentu tidak baik, berdosa karena menggibah dan tidak sesuai dengan ajaran Islam dalam menyikapi bencana alam,” ucap mantan Ketua PWNU Kalsel ini.

Syarbani menuturkan semua kejadian bencana alam di muka bumi merupakan ujian dari Yang Maha Kuasa.

“Kemaksiatan tentu selalu ada, tetapi ada yang diingatkan Yang Maha Kuasa bahwa ujian besar yang dihadapi manusia. Ya, seperti banjir besar yang dialami umat di zaman Nabi Nuh. Itu merupakan peringatan besar bagi umat manusia,” papar Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel ini.

Sementara itu, Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud langsung menginstruksikan agar seluruh jaringan NU untuk menghimpun dana sosial untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng. Termasuk, di Lombo, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ya, bisa melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) untuk meringankan korban gempa baik di Lombok maupun di Sulawesi Tengah,” kata Marsudi Syuhud.

Dia meminta agar PWNU Kalsel bergerak untuk membantu para korban gempa bumi dan tsunami di Sulteng. “Termasuk, mengirimkan para relawan untuk turun ke Palu dan Donggala,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi G Sanusi