Isu Penculikan Anak Dipastikan Hoax, Antropolog ULM Minta Polisi Siber Bertindak

MARAKNYA isu penculikan anak di wilayah Barito Kuala (Batola), khususnya di Tamban, benar-benar meresahkan. Sementara itu, dalam akun resmi Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan telah menyatakan beredarnya foto atau screnshoot  informasi upaya penculikan dan wajah para pelaku penculikan di Batola, dipastikan hoax atau tidak benar.

SEBAGAI warga Batola sekaligus akademisi FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Nasrullah menggarisbawahi pentingnya bagi aparat hukum untuk menyikapi hal itu.

Antropolog jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengatakan cukup massif beredarnya di medsos isu penculikan anak di wilayah Batola, dalam bentuk orang yagn dianggap pelaku, foto selebaran hingga percakapan di WA dan status medsos khususnya di facebook.

Nasrullah mengingatkan agar hal yang sudah menjadi kebiasaan kita mendistribusikan isu yang kebenarannya tidak jelas baik di medsos atau WA group. “Pola seperti ini persis atau pun dimodifikasi biasanya (akan atau sudah) beredar juga di daerah lain,” kata Nasrullah kepada jejakrekam.com, Minggu (30/9/2018).

Kedua, menurut Nasrullah lagi, kebenaran dari isu itu yang pertama kali terasa adalah meresahkan masyarakat terutama orangtua yang memiliki anak. Untuk itu, aktivis muda ini mengatakan sebaiknya para orangtua atau masyarakat lebih baik melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian atau dinas terkait seperti Kominfo agar bisa ditangani.

“Saya melihat justru  dalam suasana pemilu (kampanye) ini, suasana inkondusif akan dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan,” kata Nasrullah.

Keempat, menurut dia, di kalangan masyarakat tertentu bisa saja akan gampang mencurigai secara berlebihan orang tidak dikenal. Nasrullah mengatakan semua pihak tentu tak menginginkan terjadi aksi main hakim sendiri hanya karena melihat kemiripan seseorang dengan orang dalam foto yang beredar.

“Padahal orang yang difoto itu tidak tahu apa-apa atau bagaimana kalau justru foto kita yang dimuat di situ. Tentu fitnah yang sangat keji,” ucap Nasrullah.

Untuk itu, dosen muda yang juga warga Kuripan, Batola ini menyarankan agar polisi siber, terkhusus di jajaran Polda Kalsel hendaknya pro aktif patroli tidak hanya soal politik, juga soal traffik isu sosial masyarakat di media sosial.

“Cepat tanggap kepolisian sangat diperlukan untuk menstabilkan masyarakat siber (netizen). Sebab, kini semakin marak isu-isu semacam ini yang membuat resah masyarakat, khususnya para orangtua,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...