Diantar Adat Minang, Sultan Banjar Beri Sambutan di Penobatan Raja Minangkabau

Foto : FB Ersa Fahriyanur

PROSESI penyambutan adat Minang disuguhkan bagi Sultan Banjar Sultan Haji Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah dan rombongan para raja sultan nusantara di Istano Si Linduang Bulan, Kesultanan Minangkabau Pagaruyuang Sumatera Barat, Sabtu (29/9/2018).

SULTAN Banjar Khairul Saleh juga diberi kehormatan memberikan sambutan mewakili Majelis Agung Raja Sultan se-Indonesia pada upacara adat penobatan Raja Alam Kesultanan Minangkabau Pagaruyuang Darulqarar Sultan Haji Dr Muhammad Farid Thaib Tuanku Abdul Fatah.

“Kedudukan sultan atau raja dalam konteks kekinian tidaklah lekat dengan kekuasaan. Sultan adalah pemimpin yang tidak berjarak dengan rakyat. Sultan hanya berada setengah depa di depan dan satu ranting di atas. Sehingga kesultanan atau kerajaan hanyalah pengemban amanah untuk memimpin dan mengayomi rakyat menuju kesejahteraan yang dicita-citakan bersama,” ucap Sultan Khairul Saleh, saat memberi sambutan.

Sultan Haji Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah pada sambutan penobatan Sultan Kesultanan Minangkabau Pagaruyung Darulqarar Sumatera Barat banyak menyampaikan tentang kebijakan melayani rakyat.

Mantan Bupati Banjar dua periode ini dalam sambutannya pada penobatan Sultan Kesultanan Minangkabau Pagaruyung menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas undang yang diberikan. Selain itu juga diberi kesempatan selaku Dewan Agung Majelis Raja Sultan se- Indonesia dan juga sebagai KetuaUmum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dalam penobatan penobatan dan Malewa Gala Sultan Pagaruyung.

Pada kesempatan itu, Sultan Banjar Khairul Saleh mengatakan atas nama Kesultanan Banjar, FKSN dan Dewan Agung Majelis Raja Sultan se-Indonesia mengucapkan selamat kepada Sultan Pagaruyung, Sultan Dr Muhammad Farid Thaib atas penobatan dan Malewa Gala Sultan Pagaruyung.

“Kami berharap, semoga Sultan Pagaruyung dapat meneruskan misi dan visi Kesultanan Pagaruyung dalam rangka memajukan budaya Minang secara khusus dan budaya Nusantara pada umumnya. Kami yakin Raja Pagaruyung bersama Permaisuri dapat mengemban tugas yang luhur dan mulia ini. Tiadalah kekal amal tanpa niat ibadah, tiadalah budaya tanpa faedah. Insya Allah harapan kita akan diijabah. Aamiin ya Rabbal Alamin,” tutur Sultan  Khairul Saleh.

Menurut Sultan Banjar ini, pentingnya saling menghargai dan menghormati sesama anak bangsa. Ia mencontohkan petuah legenda ranah Minang, “dimana bumi dipijak di situ langit dijunjuang,” misalnya, adalah bentuk sumbangsih besar dalam ranah sastra dan budaya Nusantara.

Sebab, beber dia, pepatah mengilhami bangsa-bangsa nusantara dalam membangun kesetaraan, membangun silaturahmi dan membangun kebersamaan dalam keberagaman. Kesadaran berbhineka menjadi modal sosial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tetap kokoh sampai kapanpun.

“Negara-negara Eropa berdiri atas berbagai suku bangsa namun melahirkan puluhan negara. Sedang kita cukup satu NKRI saja,” pungkas Khairul Saleh.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...