Ada Agenda Politik Pilpres 2019 di Balik Prosesi Pelantikan PWNU Kalsel?

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj dipastikan akan melantik kepengurusan PWNU Kalsel masa khidmat 2018-2023. Rencananya, proses pelantikan akan berlangsung di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Senin (1/10/2018) mendatang.

KEPASTIAN pelantikan jajaran PWNU Kalsel hasil Konferwil Desember 2017, usai mengantongi surat keputusan (SK) dari PBNU bernomor 233/A.II.04/05/2018 tertanggal 4 Mei 2018.

Dalam SK yang diteken Rais A’am KH Ma’ruf Amin, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf serta Ketua Umum Said Aqil Siraj dan Sekjen Helmy Faishal Zaini. SK ini juga mencabut SK PBNU Nomor 144/A.II.04/02/2017, tanggal 7 Februari 2017 tentang Perpanjangan Masa Khidmat PWNU Kalsel.

Menariknya, saat ini NU sebagai ormas Islam terbesar dan memiliki basis massa yang kuat di Kalimantan Selatan, tengah dalam pusaran politik usai sang Rais A’am PBNU, KH Ma’ruf Amin menjadi pendamping calon petahana Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019, sebagai calon wakil presiden.

Apakah ada misi politik dengan kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj ke Banjarmasin, yang sekaligus membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PWNU Kalsel yang berlangsung di Hotel Victoria, usai prosesi pelantikan pengurus wilayah?

Katib Syuriah PWNU Kalsel HM Syarbani Haira mengakui awalnya Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj akan datang bersama KH Ma’ruf Amin ke Banjarmasin.

“Namun, Pak Kiai (Ma’ruf Amin) saat ini padat agendanya. Jadi, yang datang hanya ketua umum (KH Said Aqil Siradj). Yang pasti, semua nama yang tercantum dalam SK PBNU akan dilantik secara massal,” kata Syarbani Haira saat dikontak jejakrekam.com, Jumat (28/9/2018).

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel ini mengakui saat ini massa ormas Islam ini tengah diperebutkan sebagai lumbung suara jelang Pilpres 2019. Termasuk, warga nahdliyin yang ada di Kalsel.

“Saya tak tahu apakah ada agenda lain, karena prosesi pelantikan jajaran PWNU Kalsel ini dilanjutkan dengan musyawarah kerja wilayah (mukerwil). Mungkin di mukerwil akan dibahas lebih lanjut soal sikap NU Kalsel di Pilpres 2019,” ucap Syarbani.

Dia tak memungkiri secara emosional, tentu warga NU akan mendukung kadernya, KH Ma’ruf Amin yang kini jadi cawapres pendamping Jokowi. “Ya, kita lihat nanti saja dalam Mukerwil NU Kalsel yang pertama kali digelar di era kepemimpinan Pak Haris Makkie bersama Berry Nahdian Furqan,” kata mantan dosen UIN Antasari Banjarmasin ini.

Sekadar mengingatkan, dalam susunan kepengurusan PWNU Kalsel masa khidmat 2018-2023, memuat ratusan nama pengurus baik mustasyar dengan menempatkan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, Bupati HSU H Abdul Wahid, Bupati Balangan H Ansharuddin, Bupati Tabalong Anang Syakhfiani, mantan Bupati Tapin Arifin Arpan, sejumlah politisi, akademisi dan lainnya.

Termasuk, ulama-ulama kondang Kalsel seperti KH Zuhdiannor (Guru Zuhdi), KH Asmuni (Guru Danau),  KH Ahmad Bakhiet (Guru Bakhiet) dan KH Ahmad (Guru Jaro) serta Bupati Banjar KH Khalilurrahman di posisi Dewan Penasihat PWNU Kalsel.

Di posisi Syuriah, dipegang KH Muhammad Ramli sebagai Rais dengan wakil rais yang mayoritas diisi para kiai dengan katibnya, HM Syarbani Haira dibantu para wakil katib. Begitupula, di posisi A’wan PWNU Kalsel ada nama HM Rosehan NB, Zulfadli Gazali dan lainnya.

Sedangkan, Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel adalah H Abdul Haris Makkie yang juga Sekdaprov Kalsel, dan menariknya ada nama rivalnya dalam Konferwil 2017 seperti Nasrullah AR di posisi wakil ketua. Begitupula, nama Ketua GP Ansor Kalsel Harunur Rasyid yang sebelumnya disebut-sebut menjadi sekretarisnya, Hasib Salim jika terpilih di posisi serupa dengan Nasrullah AR.

Nama-nama aktivis muda NU pun mendampingi Berry Nahdian Furqon sebagai Sekretaris PWNU Kalsel, dengan posisi wakil sekretaris.  Untuk bendahara PWNU Kalsel dipercayakan kepada Rizqillah Suhaili.(jejakrekam)

 

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi