Pecahkan Rekor Terbanyak MURI , 5.000 Pelajar Tebar Benih Padi di Jejangkit

LIBATKAN sekitar 5.000 pelajar untuk turun ke sawah di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola), mendapat apresiasi Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).  Ajakan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya masalah ketahanan pangan dinilai sukses.

TARGET untuk menghijaukan lahan seluas 4.000 hektare, dijadikan sawah produktif menyongsong Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018, medio Oktober 2018 nanti, dinilai MURI menjadi torehan bersejarah.

“Saat ini, kami menyaksikan sendiri sedikitnya ada lima ribu pelajar SMA/SMK sederajat turun ke sawah. Mereka menanam padi. Ini sejarah yang luar biasa dari Kalsel,” kata Manager MURI, Triyono, kepada wartawan di lokasi HPS, Desa Jejangkit Muara, Sabtu (22/9/2018).

Dia menilai sosok Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin dalam membangkitkan animo rakyat dalam berpartisipasi mendukung HPS, cukup berhasil.

Triyono mengungkapkan sejak MURI didirikan pada 1990, belum pernah ada kegiatan yang diikuti 5.000 pelajar untuk turun menanam padi ke sawah.  Apalagi, ribuan pelajar yang dilibatkan berasal dari empat daerah. Yakni, Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Banjar.

“Kami menilai sosok magnet kuatnya ada pada Paman Birin. Terbukti, lima ribu pelajar menanam padi di atas puluhan hektare yang telah disiapkan,” ucap Triyono. Sebagai penghargaan, MURI menjatuhkan pilihan kategori menanam padi pelajar terbanyak se-Indonesia. Tercatat, dalam daftar ke-8.689, sejak MURI berdiri.

Diganjar catatan rekor, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pun mengucapkan terima kasih kepada MURI dan seluruh elemen yang terlibat. “Ini demi target HPS 2018 bisa terlaksana dengan sukses. Penghargaan MURI ini akan memompa semangat bagi seluruh elemen untuk bergerak membangun Kalsel,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS