Gempa Dangkal 4,3 SR Kembali Guncang Lombok

TIDUR malam di dalam tenda-tenda terpal tak membuat rasa takut dan trauma berkurang. Pasalnya sebulan lebih pascagempa besar 7,0 SR mengguncang Lombok Utara, gempa-gempa susulan masih dirasakan guncangannya. Terakhir, gempa dengan magnitudo sebesar 4,3 SR dirasakan cukup kuat oleh sebagian masyarakat Lombok Utara, Rabu (19/9) dinihari pukul 01.45 WIB atau 02.45 WITA.

MELANSIR laman BMKG, pusat gempa 4,3 SR Rabu (19/9) malam tadi berada di sekitar utara Pulau Gili Trawangan, atau tepatnya sekitar 23 km sebelah Barat Laut, Lombok Utara. Pusat gempa berada di lautan, namun kedalamannya termasuk dangkal, hanya 10 kilometer dari permukaan.

“Gempa lagi, malam tadi dibangunkan sama gempa hampir jam tiga malam waktu Lombok. Posisi kami di Bayan terasa kuat guncangannya,” kata Jaiz, relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bertugas di Posko Bayan, Lombok Utara.

 

Imbas pusat gempa yang berada di titik dangkal, guncangannya memang terasa kuat di sekitar Lombok Utara. Mengutip rangkuman laporan BMKG, gempa 4,3 SR Rabu (19/9) malam tadi memicu getaran sebesar III skala MMI di Lombok Utara dan di Kota Mataram.

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) adalah satuan yang digunakan untuk mengukur besaran kekuatan gempa bumi. Skala III MMI dapat didefinisikan dengan kalimat “getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah. Guncangannya terasa seakan-akan ada truk yang berlalu”.

Melansir data dari Stasiun Geofisika Mataram, hingga Rabu (19/9) telah terjadi 2.221 kali gempa bumi di Pulau Lombok. Dari jumlah tersebut, ada 125 kali gempabumi yang dirasakan cukup kuat oleh masyarakat. Hitungan gempa ini dilakukan sejak sebelum gempa besar tanggal 5 Agustus 2018 sebesar 7,0 SR silam hingga setelah gempa.

Lebih detailnya, hitungan sebelum gempa utama 5 Agustus telah terjadi 601 kali gempa awal. Kemudian pascagempa 5 Agustus 7,0 SR telah terjadi 940 kali gempa susulan. Lalu hitungan kembali dimulai sejak gempa besar kedua 19 Agustus 6,9 SR. Setelah tanggal 19 Agustus hingga 19 September atau sebulan berselang telah terjadi sebanyak 555 kali gempa susulan.

Mengutip rilisan pers Kepala Stasiun BMKG Mataram, Agus Riyanto, gempa  4,3 SR Rabu (19/9) terjadi akibat aktivitas dangkal sesar aktif, yakni sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Trust). Pemicu gempa Rabu dinihari tadi masih sama dengan pemicu gempa besar 7,0 SR 5 Agustus silam.

Gempa yang masih terus bersusulan di Lombok mau tak mau masih akan memantik trauma. Sembari mengobati trauma, Aksi Cepat Tanggap di Lombok tetap dalam semangat yang sama untuk pulihkan Lombok. Dengan tagar Indonesia Bersama Lombok menjadi bukti bahwa ACT dan masyarakat Indonesia akan terus berada di Lombok memulihkan kehidupan hingga kembali seperti semula.

Selasa (18/9) pun bertepatan dengan peresmian kompleks Integrated Community Shelter (ICS), sebuah hunian terpadu yang dibangun ACT di Lapangan Gondang, Kecamatan Gangga. Di kompleks ICS ini didirikan hunian tahan gempa, masjid, sekolah, humanity store, dan arena bermain anak-anak.(jejakrekam)

Penulis Rilis
Editor Fahriza
Anda mungkin juga berminat
Loading...