397 Hari, Operasi Mantap Brata Telabang 2018 Digelar Polres Barito Utara

MEMASUKI tahapan kampanye Pemilu 2019 pada September ini, Polres Barito Utara telah menyiapkan Operasi Mantap Brata Telabang 2018. Operasi terpusat ini untuk mengamankan proses pemilihan anggota legislatif dan presiden yang dinilai berpotensi rawan.

KAPOLRES Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar saat memimpin apel gelar pasukan untuk mempersiapkan Operasi Mantap Brata Telabang 2018 di halaman Mapolres Barito Utara, Muara Teweh, Rabu (19/9/2018), dipastikan seluruh kekuatan personel, sarana dan prasarana akan diterjunkan ke lapangan.

“Tujuan Operasi Mantap Brata Telabang 2018 ini adalah agar pelaksanaan semua tahapan Pemilu 2019, dapat terselenggara dengan aman, lancar dan damai,” ucapnya.

Menurut dia, institusi kepolisian  di era demokrasi bertumpu pada upaya untuk meraih kepercayaan publik selaku pemegang kekuasaan tertinggi negara. Hal tersebut, kata dia, diwujudkan antara lain dengan panegakan supremasi hukum, penghormatan terhadap nurani dan HAM serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kepolisian  di era demokrasi luga diwujudkan dengan adanya jaminan keamanan dalam penyelenggaraan berbagai agenda demokrasi, seperti penyampaian pendapat di muka umum, kemerdekaan berserikat dan berkumpul,” bebernya.

Terutama lagi, jaminan keamanan dalam penyelenggaraan pemilihan langsung oleh publik guna memilih kepala daerah, anggota legislatif, serta pemilihan presiden dan wakil presiden.

“Sebab, Pemilu merupakan penanda nama demokrasi.  Masyarakat diajak untuk ikut serta menentukan pemimpinnya pada periode mendatang. Dalam kaitan tersebut, bangsa Indonesia akan kembali menyelenggarakan pesta demokrasi pemilu tahun 2019, yang tahapannya tengah berlangsung saat ini,” papar perwira menengah dua melati di pundaknya ini.

Menurut Dostan Matheus Siregar, Pemilu 2019 memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas. Apalagi, digelar serentak dengan du agenda pemilih legislatif dan presiden. “Kondisi ini membuat parpol peserta pemilu harus berkompetisi secara ketat untuk meraih suara sebanyak-banyaknya. Tidak hanya untuk memenangkan Pileg dan Pilpres 2019,” cetusnya.

Bagi Dostan, dalam kacamata kamtibmas, peningkatan intensitas kegiatan politik ini tentunya dapat memunculkan potensi kerawanan di bidang keamanan. Di antaranya yang cukup menjadi perhatian bagi Polri adalah pemanfaatan politik identitas, penyebaran isu yang dapat memecah belah persatuan bangsa serta penyebaran hoax dan hate speech, yang berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah-mngah kehidupan bermasyarakat.

“Operasi terpusat bersandi Mantap Brata 2018 digelar selama selama 397 hari. Terhitung mulai 20 September 2018 hingga 21 Oktober 2019 di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan 272.886 personel Polri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan operasi ini akan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif. Semua juga didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif, dan rehabilitasi melalui penggelaran fungsi kepolisian dalam bentuk kesamaan tugas tingkat pusat, daerah dan tingkat polres.

“Polri berkomitmen untuk terus bekerja keras guna menjamin penyelenggaraan Pemilu 2019 agar dapat berjalan dengan aman, lancar,dan damai,” kata Kapolres Barito Utara mengutip pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.(jejakrekam)

 

 

Penulis Syarbani
Editor Didi GS